sahabatsemua

Tuesday, May 30, 2006

AS-SHABUR di sini AL MUNTAQIM di sana

Terhadap orang keterlaluan jahat dan aniaya, banyak diantara kita yang berkata “hukum saja seberat-beratnya”, “jangan kasih ampun”, “hukum mati saja!”, “bunuh saja!”, “mati terlalu enak buatnya, matikan perlahan!”, dst yang intinya kekesalan terhadap pelampau batas kejahatan itu tak terhingga. Orang yang tidak tegaan pun, takkan ambil peduli jika berlaku azab bagi pelaku kejahatan yang terlalu itu.

Lalu apa yang pantas dilakukan terhadap orang yang keterlaluan sepanjang hidupnya?. Diberi kesempatan bertahun-tahun dalam hidupnya untuk bertaubat dan memperbaiki diri tak pernah dipakai. Padahal bagaimanapun dzalimnya tak pernah Allah langsung menghukum. Hari ini berbohong, besok berbohong, lusa berbohong seperti hari-hari di masa sebelumnya. Hari ini menggunjing, besok menggunjing, lusa menggunjing seperti hari-hari sebelumnya. Hari ini lupa ibadah, hari besok segan ibadah, hari lusa terlalu sibuk untuk ibadah seperti hari-hari di masa sebelumnya. Tapi Allah adalah As-Shabur, Maha Sabar. Terus diberi kesempatan untuk bertaubat. Allah tidak lalu mentulikan telinganya sehingga suara adzan masih dapat dia dengar, Allah tidak membutakan matanya sehingga Al Quran masih dapat dibaca olehnya, Allah tidak melumpuhkan kakinya sehingga masjid dan majlis taklim masih dapat didatangi olehnya, kesehatan masih diberikan untuknya, rizki masih dilimpahkan untuknya, tapi… kesempatan itu diambil dan dilakukan, waktu yang diberikan tak juga dipergunakan untuk bertaubat dan memperbaiki kesalahannya. Tapi Allah adalah As-Shabur, Maha Sabar. Kadang dia diingati dengan sedikit sakit dan musibah. Tapi hanya selama sakit dan musibah itu dia ingat dan beristighfar. Setelah musibah berlalu, kembali waktu dia sia-siakan untuk berlaku sesuai hawa nafsunya saja, padahal itu merupakan perbuatan yang mendzalimi diri sendiri. Tapi Allah adalah As-Shabur, Maha Sabar. Sesekali Allah perlihatkan kemurkaannya dengan bencana yang lebih besar, agar terbuka mata manusia tentang Kebesaran-Nya, agar manusia ingat tentang hari bumi berguncang seguncang-guncangnya (bukan hanya di satu titik episentrum), agar ingat ketika gunung beterbangan (tak sekedar meletuskan magmanya), agar ingat ketika laut ditumpahkan (bukan sekedar diluapkan sebagian seperti tsunami). Agar manusia kembali kepada fitrah untuk berhamba kepada Allah (bukan kepada hawa nafsunya), untuk saling mendukung satu dengan yang lain (bukan saling menghisap dan memanfaatkan), untuk tolong menolong dalam kebajikan dan takwa (bukan dalam kemunkaran), agar kembali kepada taqwa (bukan durhaka). Namun pelajaran besar itupun seperti tak terlalu berpengaruh. Jangankan pelajaran dari ustadz, murabbi dan ulama, pelajaran dari Allah itu pun tetap tak merubah kedzaliman yang dilakukan. Kebohongan, penipuan, perpecahan, perusakan, kemunkaran terus berlaku.

Padahal Allah adalah Ad-Dhaar, Maha Menghukum. Padahal Allah adalah Al Muntaqim, Maha Menyiksa.
Dan Allah memperlihatkan Kemaha Penghukum dan Kemaha Penyiksaan-Nya di kehidupan abadi, setelah begitu keterlaluannya manusia diberi kesempatan, disabari dan dikasihi namun tak jua mau tahu diri. Kehidupan abadi itu tak jauh karena dimulai begitu kita mati (siapa yang bisa menghindari ini?). Alam kubur yang tempat transit pun bisa ribuan tahun!. Maka ketika kita masuki alam akhirat, saat itu kita akan merasakan hidup di dunia tak lebih hanya sesaat di sore atau pagi hari (al ayat).

Maha Menghukum dan Maha Menyiksa Allah bisa terlihat dalam penggal ayat-ayat berikut:
  • Tidaklah (dihiraukan rintih dan keluhannya) melainkan ditambah azab dan siksa untuk mereka. (al ayat)
  • (siksa itu tanpa batas, siksa itu tak terbayangkan) mereka tidak mati dan tidak hidup di dalamnya.(al ayat)
  • Mereka menyesal mengapa tak menjadi tanah saja dulu (al ayat)
  • Mereka berharap bisa kembali ke dunia untuk melakukan kebajikan. (namun apa arti harapan itu?) (al ayat)
  • Mereka mau menebus dengan cara apa saja untuk terbebas dari satu siksa jarum neraka di satu pori-porinya (sementara siksa telah menimpa sekujur tubuhnya). (al hadist)

Naudzubillah min dzalik…
“Yang terbaik adalah segera ‘bersujud’ mumpung kita masih diberi waktu”, begitu penggal syair bijak dari Ebiet G Ade.


paradox

Dalam ujian, soal yang dikerjakan dengan benar dinilai 2, jika dikerjakan salah dinilai minus 1 dan jika tidak dikerjakan dinilai nol. Total nilai tertinggi 100, ini adalah nilai yang diharapkan dan bukan mustahil mengingat semua soal adalah pelajaran yang sudah diberikan. total nilai 80 adalah lumayan, tapi di bawah 70 tentu belumlah memadai, apalagi jika hanya ada 20 atau 10, terlalu jauh dari harapan. Lalu jika toal nilai adalah nol?, ironis sekali karena seperti tak mengerjakan apapun. Namun ada yang lebih buruk yakni total nilai adalah negatif! maka paradox-lah namanya. Ini ilustrasi untuk menggambarkan paradox, realita yang berlawanan dengan keharusan (meski ilustrasi ini tak memadai dengan apa yang akan dibicarakan). Semakin tinggi nilai yang diharapkan namun semakin negatif apa yang diberikan, maka semakin besarlah paradox yang terjadi.

Ini tentang apa yang kita terima dan apa yang kita lakukan/berikan. Ini ilustrasi berikutnya.
.
Ketika kita sakit, terlebih sakit berat yang berlangsung lama, telah berobat ke sana kemari tak jua sembuh. Kemudian ada orang yang menolong memberikan obat yang menyembuhkan penyakit itu. Pasti rasa terimakasih kita takkan terkira pada orang tersebut. Apalagi jika ingat penderitaan saat sakit, rasanya mau melakukan apa saja yang kita bisa untuk orang itu sebagai rasa terimakasih. Jika dia dalam kesulitan akan kita bantu, jika dia minta sesuatu yang kita mampu pasti kita penuhi dengan sukacita, dengan senang hati. Akan tumbuh dalam hati kita rasa sayang padanya.
·
Ketika mesti melunasi biaya rumah sakit untuk seorang anggota keluarga kita agar bisa terus dirawat, ketika kita harus melunasi biaya sekolah anggota keluarga kita agar bisa ikut ujian, ketika kita harus membayar utang-utang yang jatuh tempo agar aset tidak disita, ketika tak tersisa uang untuk sekedar makan sehari-hari dan transportasi, ugh berat terasa masalah itu, tak terkira sedihnya melihat anggota keluarga kita, tanggungjawab kita dalam penderitan seperti itu. Tiba-tiba datang orang tanpa pamrih mengulurkan tangan, memberikan uang “pakai saja dulu gak usah fikir kapan kembalikan”. Tentu kita bakal menganggapnya dewa penolong. Jika ada kesempatan kita akan “bela” dan “loyal” padanya sebagai tanda terimakasih.

Dalam ilustrasi di atas tersebut, apa yang digambarkan sebagai apa yang akan kita perbuat adalah sebagai usaha kita mengimbangi apa yang telah kita terima, sebagai rasa terimakasih kita, rasa syukur kita. Meski tak mungkin kebaikan itu terbalas (mengingat kritisnya kondisi kita saat mendapatkan pertolongan itu). Ibarat kita berusaha mencapai nilai positif 100 meski yang tercapai tidaklah 100. Ironis jika kita tak melakukan apa-apa sebagai rasa terimakasih untuk orang yang memberi pertolongan pada kita, apalagi di saat orang tersebut memerlukan dan kesulitan, jika demikian nilai kita nol. Dan adalah paradox jika sampai kita justru bertindak sebaliknya, menjerumuskan, mencelakakannya dan mengabaikan apa yang menjadi keinginannya. Kita diberi karunia, lalu karunia itu kita gunakan untuk berdurhaka pada Pemberinya. Paradox itu tak terbayangkan besarnya.

Paradox itulah yang sedang terjadi dalam hidup kita. Kita mendapat penyelamatan, mendapat karunia yang tiada terkira dan tidak terjeda setiap saatnya dari Allah. Jauh melebihi pertolongan di saat kritis dalam ilustrasi di atas. Tapi yang kita kerjakan bukan seperti apa yang Dia kehendaki tapi justru melakukan apa yang Dia larang. Paradox itu lebih parah lagi mengingat apa yang Dia kehendaki hakikatnya untuk kebaikan kita sendiri dan apa yang Dia larang adalah karena sesuatu itu buruk untuk kita (sementara Dia sendiri terbebas dari kepentingan, terbebas dari mendapatkan-kehilangan ataupun untung-rugi).

mudahnya uang mengecoh

Kegiatan apa yang tidak memerlukan materi, yang tidak melibatkan uang?

Usaha perlu modal, olahraga perlu sarana, pendidikan perlu biaya, kesehatan dan pengobatan perlu dana, bepergian perlu transportasi, tidur perlu rumah, lapar perlu makanan, haus perlu minuman, bahkan untuk beramal dan ibadah pun tak bisa lepas dari materi dan uang.

Demikian tak terbantahkan fungsi materi dan uang, sehingga begitu kuat pula daya tipunya, begitu halus daya sesatnya, begitu hebat daya kecohnya yang menggiring manusia pada konklusi UANG ADALAH SEGALANYA. Ada uang urusan lancar, ada uang masalah selesai, ada uang hidup bahagia, ada uang segalanya ada.

Maka dijadikan materi dan uang sebagai tolak ukur keberhasilan, sebagai tanda kesuksesan, sebagai dasar kebersatuan (kelompok kepentingan materi), bahkan sebagai parameter cinta. Dijadikan materi dan uang sebagai tujuan, bahkan menjadi pusat kehidupan. Melulu materi dan uang.

Begitu banyak yang bisa dilakukan dengan uang, begitu banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan uang, dan memang begitu banyak “nilai” yang bisa diraih dengan materi dan uang. "nilai" adalah sesuatu yang bermanfaat secara hakiki dan bersifat abadi

Tapi bukan materi dan uanglah yang bernilai melainkan KETAKWAAN MANUSIALAH YANG BERNILAI. Dengan etos taqwa materi dan uang dapat dicari dan diusahakan untuk kemudian diabdikan dengan tepat. Sehingga materi dan uang tidak justru menjadi “tuan” bagi yang mencari dan yang memilikinya. Tidak kemudian mengecoh dan menyesatkan pencari/pengusaha dan pemiliknya.

Allah memerintahkan untuk “tidak menyimpan-nyimpan” uang, untuk tidak menumpuk-numpuk harta agar terdistribusi dengan baik kesejahteraan bagi manusia. Agar bergerak “roda perekonomian” melaui sektor-sektor riil, agar mengalir manfaat dari materi dan uang itu ke segenap penjuru. Pada saat mengalir manfaat dari satu orang ke orang lainnya di situlah mengalir karunia yang menjadi “nilai” bagi manusia. Yang menerima mendapatkan kebutuhannya dan yang memberi mendapatkan “nilai” 700 kali dari apa yang diberikan.

Terhadap segala karunia Allah, akan dimintai pertanggungjawaban DIPAKAI UNTUK APA?, namun khusus terhadap materi dan uang akan ditanya DIDAPAT DARIMANA DAN DIPAKAI APA?

Ketika kita berinfak, tidak “sampai” kepada Allah apa yang kita infakkan karena apa yang kita infakkan pun tak lain adalah milik Allah!. Yang sampai kepada Allah adalah ketaqwaan yang bersemayam dalam hati. Yang dengan taqwa itu seseorang menafikan rasa ‘sayang’-nya pada harta, tak menghiraukan bisikan syetan untuk takut kekurangan dengan berinfak tersebut, menghancurkan kebakhilannya dan memenangkan rasa berhamba dan ketaatannya kepada Allah. Nilai ketaqwaan inilah yang bernilai di sisi Allah.

Innallaha laa yandhuru ila suwarikum wa amwalikum, walakin yandhuru ila qulubikum wa a’malikum
(Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada wajah-wajahmu dan harta-hartamu, melainkan memandang kepada hati dan amal-amal kalian)
Inna akramakum indallahi atqookum
(Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian).

Sunday, May 28, 2006

yang terbaik

"semua yang tertulis untukku
adalah yang terbaik untukku"
ini sepenggal lagu samson populer yang dimodif dikit
yang kumaknai
wasa'aa an takrohu syaia wahuwa khairallakum
(bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu sangat baik bagimu)
wasa'aa an tuhibbu syaia wahuwa syarrullakum
(bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu sangat buruk bagimu)
wallahu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun
(sesungguhnya Allah mengetahui sedangkan kamu tidak)
.
apalagi sebelumnya telah melalui proses berfikir yang rasional, usaha maksimal dan istikharah. yang pantas kamu lakukan saat ini adalah "sujud syukur". tak ada yang lebih baik selain berprasangka baik kepada Allah dan kepada sesama manusia. jangan sampai tak ada hikmah yang diambil dari peristiwa ini...
alhamdulillah...
.

basi banget

buat seorang sahabat
yang tiba-tiba muncul setelah setahun menghilang
yang sebelum menghilang mengatakan akulah satu-satunya penyemangat hidupnya
dan kini mengatakan aku basi banget!
.
"dunia" kita memang berbeda, itu telah kukatakan di awal kita bertemu empat tahun lalu. dengan bijak kamu katakan "perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi", membuatku tak membantah meski aku melihat perbedaan ini bukan seperti perbedaan gitar dan piano yang bisa saling melengkapi keindahan musik. perbedaan kita lebih seperti air dan api, yang bisa saling meniadakan. senyummu masih yang termanis, tutur katamu masih yang terlembut, meski kamu hadir untuk mengkritikku yang tidak kemana-mana selama bertahun-tahun, ragu-ragu melangkah, tidak berani bertindak, terlalu banyak pertimbangan, terlalu lama berfikir lalu ketinggalan kereta dst..
.
sahabat, tak pernah aku memaksamu untuk fahami fikiran, pandangan dan sikapku. setiap orang punya pengalaman sendiri, dan dari pengalaman itu ada hal-hal yang telah terkristal menjadi keyakinan dan kebenaran yang tiap orang pegang teguh. bisa jadi apa yang terkristal di benak kita begitu beragam dan berbeda, kita tidak dapat saling mempengaruhi apalagi menyalahkan, tapi kita bebas buat berbagi pandangan. terimakasih atas input-inputmu untukku. kuakui aku memang mesti meningkatkan keberanianku mengambil resiko, aku lemah dalam mengaplikasikan visi-visi usahaku sehingga semua sebatas konsep bahkan kuakui internalisasi kebenaran yang kuyakini pun masih tak memadai. aku menerima semua koreksimu dengan rasa terimakasih yang dalam meski kamu mengatakan "loe basi banget sich!" (dengan sangat tajam di balik senyum termanismu).
.

ga penting banget

buat seorang sahabat yang "nyela" kalimatku yang belum selesai dengan kata "aku sih begini, terserah di situ, kita kan memang berbeda". ups padahal aku setuju banget dengan pendapatnya untuk MESTI TAAT PADA ORANGTUA. aku cuma mau kasih catatan hanya "sepanjang perintah itu tidak untuk melanggar kebenaran-Nya" dan itu gak mungkin banget dilakukan orangtua kita. tapi ya sahabat satu niy puas banget kalau bisa nge-kick aku. ok puaskanlah hatimu.
.
cut-off secara harfiah memang berarti "putus", tapi yang kumaksud adalah berkomunikasi seperlunya, hal-hal penting saja. itu kulontarkan karena keluhannya "mesti tabrakan dengan prinsipnya untuk tidak memutus silaturahmi". sementara aku mau semua normal saja terus keep and touch, saling curhat jika mau, saling support watawa shaubil haq. aku senang jika ada seseorang yang bisa menggemakan kembali untukku apa yang aku katakan. tapi itu dia nilai sangat berlebihan dan mesti dihentikan. baiklah jika memang dirasa baik, komunikasi bisa saja di cut off. selama hati tak membenci, sepanjang hati menyayangi, silaturahmi bisa terus terjalin meski hanya dengan doa. ga penting banget buatku ada atau tidak komunikasi itu. yang penting buatku dia happy dan aku tidak melakukan hal keliru. percaya deh silaturahmi ga putus karenanya.
.
trus berondongan pertanyaan bernada "ga salah lagi aku jatuh hati padanya" membuat aku geli. ini apa sih pede banget atau bagaimana?. tapi tak apalah dia meyakini anggapannya. ketika kita punya lima jari, apa sih pengaruhnya jika orang mengatakan jari kita hanya dua, tiga atau bahkan tujuh? jari kita tetap lima. anggapan dan sangkaan tak dapat merubah fakta, bagaimanapun dipaksakan.
.
sampai kapan pun aku tetap peduli dan mau tahu keadaannya, sampai kapan pun aku sayang padanya. sampai kapan pun aku mengharapkan yang terbaik untuknya. gak penting banget ada atau tidak ada komunikasi yang intens. terserah dia saja.

Wednesday, May 24, 2006

nimbrung RUU APP

jawaban terhadap suara penolakan RUU APP
.
Memasung kreativitas seni
Adakah sesuatu yang tanpa batas? Batasan itulah yang membedakan manusia dan hewan.
.
Batasan tidak jelas
Batasnya adalah grafi dan aksi yang memancing, apalagi sengaja memancing. Terlebih dengan publikasi yang tidak tersegmentasi.
.
Bagaimana dengan budaya lokal misal jaipong atau masyarakat Papua yang masih telanjang?
Budaya jaipong seperti tari-tari daerah lain tidaklah menjadi target UU ini, meski tentu erotisme dari tari itu sedikit banyak memang memancing, tapi tari-tarian daerah itu tidaklah ditujukan untuk memancing seperti misalnya striptease. Sedangkan untuk masalah ketelanjangan di Papua, itu akibat keterbelakangan, sehingga pendekatan peradaban yang harus dilakukan. Nyata bukan bahwa buka-bukaan adalah produk kerterbelakangan peradaban.
.
Politis dari Bali, Sulut dan Papua
Siapapun yang diuntungkan (terutama secara ekonomi) dari grafi dan aksi ini akan melakukan perlawanan. Bali yang turisnya terbiasa bebas untuk nude jelas merasa terancam dengan RUU APP. Begitu yakinkah kita bahwa pariwisata tidak bisa maju tanpa nudes? Tanpa permissive terhadap pornografi dan pornoaksi (PP)? Haruskah kita lokalisasi perjudian, pelacuran dan peradaban rendah lain demi kepentingan ekonomi.
.
Abstrak, menyamakan imaginasi
Imaginasi tentang sexualitas umumnya memang sama, pria terarik tubuh wanita dan wanita sebaliknya. Imaginasi itu yang dijaga dan dipelihara. Karena jika diekspresikan di tempat umum akan menjadi rusaklah tatanan peradaban. Imaginasi anak muda yang terutama perlu dilindungi, sehingga berada pada tempatnya sesuai waktunya agar tidak destruktif.
.
Mau menghakimi imaginasi?
Hal empiris yang diatur, bukan hal abstrak. Obyek yang empiris yang diatur meski obyek itu akan dicerna dengan sangat beragam oleh asing-masing person.
.
Tidak akan menyentuh substansi
Tidak menjamin penyelesaian tuntas karena implementasi perlu perjuangan tersendiri. Tapi bagaimanapun harus ada upaya pemberantasan, pengendalian dsj mengingat masifnya PP saat ini.
.
Ditunggangi kepentingan (ekonomi) lain
Mungkin ada yang bisa mengambil manfaat dari UU APP, tapi tidaklah ini ditujukan selain untuk mencegah dampak negatif dari APP.

Menimbulkan pro kontra yang tidak produktif
Ya, terutama dari yang kepentingannya terancam karena UU ini. Tapi mestikah kita mengorbankan kepentingan yang lebih besar? Mari berdemokrasi dengan fair, kita berdialog, kita tukar fikiran, kita bertukar argumentasi, kita berusaha saling meyakinkan, kita coba pecahkan dan atasi ekses-ekses yang timbul akibat UU ini. Tapi pasti tak akan pernah bulat suara 200 jutaan suara kita. Maka pihak yang dirugikan oleh RUU APP akan didengar oleh pihak yang memperjuangkan RUU APP sebaliknya pihak yang dirugikan RUU APP mesti mendengar juga pihak yang dirugikan dengan masifnya PP saat ini. Semua suara akan terakomodir dalam voting jika satu suara tak tercapai melalui dialog.
.
Sudah ada KUHP serta perangkat hukum lainnya
Untuk lebih mempertajam dan pelapisan peraturan. Untuk menjerat korupsi pun ada dalam KUHP, tapi UU khusus mempertajam upaya ini.
.
Sudah terlalu banyak UU dan badan yang harus menjalankan UU itu
Itulah komitmen bersama untuk menanggulangi permasalahan bersama yang disepakati berdampak sangat buruk karena telah bersifat sangat massif semisal korupsi.
.
Menghamburkan keuangan negara yang konon sudah susah
Ada harga yang dibayar untuk mengatasi sesuatu. Tapi percayalah selalu lebih murah mencegah dari mengobati. Ibarat narkoba yang bernilai ekonomi tinggi, tapi tak terbayangkan kerusakan yang diakibatkannya.
.
Perempuan tidak dilindungi bahkan jadi obyek dalam UU ini, menekan perempuan dan ngatur-ngatur cara berpakaian wanita
Justru untuk melindungi eksploitasi wanita. Sensualitas wanita “dijual” untuk iklan produk, untuk meningkatlan oplah majalah dst, bukankah itu yang eksploitasi?. Mengapa merasa ditekan dan di-obyek-an ketika justru ditempatkan secara terhormat dan dijaga kehormatannya.
Pakaian-pakaian normal dipastikan tidak disentuh UU ini. Tapi ukuran normal ini jelas beda di barat dan di timur. Apa yang baik tirulah biar dari barat, tapi kalau hanya gaya hidup dan cara berpakaian yang ditiru sementara disiplin dan technology tidak ditiru.
Peran wanita dihargai karena kemampuan, kecerdasan dst, bukan sekedar karena sensualitasnya seperti juga pria tidak dihargai karena sekedar maskulinitasnya.
Isu gender yang dihembuskan tidaklah proporsional, karena kedudukan wanita dan pria sama, hak pria dan wanita sama, terlebih di hadapan tuhannya. Perbedaan jelas ada karena gendernya memang berbeda, akan selalu ada hal itu, sehingga proporsi hak dan kewajiban pria wanita tak bisa sama. Pria wanita punya hak untuk bekerja, pria wanita punya kewajiban mengurus rumah tangga. Fungsi leader dalam hak dan kewajiban itu lebih agar jelas siapa yang mesti bertanggungjawab, bukan berarti saling mentidakbolehkan atau saling mengandalkan. Berperan saling melengkapi, saling mendukung, bukan saling mengeksploitasi. Wanita lebih bertanggungjawab terhadap roda keseharian di dalam rumah tangga, tanggungjawab itu berat. Tapi bukan berarti pria boleh tak mau tahu atas beban itu karena pada akhirnya pria harus bertanggungjawab atas keseluruhan jalannya rumah tangga.
.
Meminggirkan peran wanita, merendahkan wanita, menghambat ekspresi wanita, menyalahkan wanita sebagai penyebab degradasi moral, mengapa wanita?
Kesan yang ditangkap dengan prasangka memang demikian, tapi psikologi pun mengakui bahwa pria lebih mudah terangsang sehingga lebih luas bagian wanita yang mesti ditutup. Mengapa merasa menjadi obyek? Sementara kalau dibuka kemudian dinikmati pria tidak merasa menjadi obyek?
.
Menggunakan justifikasi moral dan agama untuk memaksakan kehendak
Hal yang baik perlu diusahakan. Seperti kita tahu hal yang baik dan buruk buat anak. Dengan senang hati kita akan memberi pengertian tentang baik buruk itu agar si anak melakukan yang baik atau menghindari yang buruk dengan suka hati. Tapi ketika si anak belum kunjung faham sementara bahaya sudah begitu mengancam, maka pemaksaan adalah suatu yang bijaksana agar si anak terhindar dari kecelakaan dan bahaya. Pemaksaan ini tidaklah dengan kebencian, tapi dengan kasih sayang.

Tuesday, May 23, 2006

cinta tak terbatas

CINTA TAK TERBATAS
oleh : Nur Mahmudah Putri

Kadang saya iri melihat orang-orang disekeliling saya, disayangi oleh seseorang?Apalagi dibulan Februari. Di mana-mana nuansa Valentine. Saya memang penganut tiada pacaran sebelum akad? tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa.
Saya tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah menerima bunga wawar merah. Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat saya menggigil kedinginan atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor. (Deuh,Meteor Garden banget!He.....he).

Yah, mungkin saya bisa merasakan sekilas hal-hal itu kalau saya sudah menikah. Mungkin mudah-mudahan. Tapi sampai saatnya tiba, bagaimana caranya supaya tidak kotor hati?
Lalu saya pun tersadar tiga kata cinta yang saya rindukan itu sudah sering saya dengar. Orang tua saya selalu mengucapkannya. Memanggil saya dengan sayang? betapapun saya telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka. Mungkin mereka bahkan memanggil saya seperti itu sejak saya sebelum dilahirkan. Padahal belum tentu saya jadi anak yang bisa melapangkan mereka ke surga.... Belum tentu bisa jadi kebanggaan.... Jangan-jangan hanya jadi beban....
Tatapan cinta itu juga sering saya terima. Dari ibu yang bergadang menjaga saya yang tengah demam.... Dari ayah yang dulu berhenti merokok agar bisa membeli makanan untuk saya.... Dari teman yang beriring-iring menjenguk saya ketika dirawat dirumah sakit.... Dari adik yang memeluk saya ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar.... Dari Orang tua teman yang bersedia mengantar saya pulang larut malam.Betapa seringnya kita tidak menyadari....
.
Tidak hanya dari mahluk hidup. Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Saya pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar di tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik Bumi agar tidak tersedot kearah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam Bumi juga ditarik oleh Jupiter. Kita dijaga! (Maaf buat anak astronomi kalau salah,tapi setahu saya sich kira-kira begitulah)
.
Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Duh.... Begitu banyaknya berbuat dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan saya hidup.... Masih membiarkan saya bersujud walau banyak tiada khusyunya. Padahal kalau ia mau, mungkin saya pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam.... Coba, mana ada sich kebutuhan saya tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Saya disekolahkan sampai tingkat tinggi. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? tapi tetap saja, berbuat maksiat, dosa.... Malu....
.
Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini . Tapi bukankah itu bagian dari kasihNya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat saudaraku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa cara itu Allah mencintai kita. Pasti ada hikmahnya. Pasti!
Jadi, selama ini ternyata saya bukan kekurangan cinta. Saya saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan saya tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni.
.
Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya? kalau saya,(malu nich.... ) sepertinya masih sering menyakiti orang lain. sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang lain. Apalagi pada Allah... Begitu besarnya cinta Allah pada saya dan saya masih sering menyalahgunakannya, Mata tidak digunakan semestinya.... Lisan kejam dan menyayat-nyayat.... Waktu yang terbuang sia-sia.
.
Kalau sudah seperti ini, rasanya iri pada semua hal-hal yang berbau pacaran pra nikah? hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang saya tidak dicintai? memang tidak ada yang mengantar-antar saya kemana-mana, tapi Allah mengawal saya disetiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat menemani saya setiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah selalu memastikan kebutuhan saya terpenuhi? Bukankah itu juga cinta?
.
Entah cinta yang resmi? itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya membalas semua cinta yang Allah ridhoi. Tulisan ini bukan untuk curhat nasional. Yah, siapa tahu ada yang senasib dengan saya, kita coba sama-sama. Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas.... (Nur Mahmudah Putri)
Wassalaamu'alaikum wr wb

doa di kala ragu akan dirinya

(pengantar, berikut ini adalah tulisan seorang sahabat dalam dudung.net)
.

Do'a dikala ragu akan dirinya...:)
.
Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya....:)
.
Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan dia
akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
.
Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan......
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
.
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
.
Ya Allah...Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian

Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin... Ya Rabbal 'Alamin
.
.

I'm here for you

ketakutan menyelimutimu
setiap kamu dengar anggota keluargamu sakit
ketenanganmu terguncang
setiap kamu dengar mereka dalam masalah
aku cuma bisa sarankan kuasai ketakutanmu dan kendalikan ketenangamu sampai batas dimana kamu tetap dapat berfikir jernih dan bertindak terukur. bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kita yang mesti menguasai perasaan, bukan dikuasainya bukan?. entah berapa kali pula kamu mengatakan kepada orang di sekitarmu bahwa "APAPUN BOLEH LEPAS DAN HILANG, TAPI TIDAK DENGAN KEYAKINAN DAN SEMANGATMU". itu sudah lebih dari cukup untuk menambah ketabahanmu bukan?
.
aku tahu masa lalumu, aku fahami traumamu, betapa tak mudah menghadapi hal yang sama dengan sesuatu yang menjadi "mimpi terburukmu" di masa lalu. tapi justru itu, karena kamu pernah sanggup menghadapinya di masa lalu, maka yakinlah saat ini dan masa datang pun kamu akan dapat mengatasinya. mintalah kesabaran, akan kumintakan pula kesabaran untukmu. mintalah ketabahan, akan kumintakan pula ketabahan untukmu. mintalah kerihoan atas iradah-Nya, akan kumintakan pula agar kamu ridho dengan iradah-Nya.
.
aku di sini untukmu, menemanimu dengan doa-doaku. mengingatkanmu atas apa-apa yang mesti kita yakini, dan apa-apa yang mesti kita lakukan. "setelah kesulitan itu ada kumudahan, setelah kesulitan itu ada kemudahan. setelah kesulitan itu ada dua kemudahan." maka "tersenyumlah" menghadapi kesulitan, atau paling tidak bersemangatlah menghadapinya!
.
.

fokuslah dengan ISTIQOMAH

dalam hal ini
kamu telah mengatakan apa yang harus kamu katakan
dan kamu telah melakukan apa yang harus kamu lakukan
.
tak ada yang perlu dicemaskan berlebihan
semua akan mengalir ke muara
.
"yakinlah takkan menimpa/teraih apa yang tak tertulis untukmu dan takkan meleset/terhindarkan apa yang tertulis untukmu", kalau tak meyakininya bagaimana kamu dapat merasakan damai dalam jiwa? semakin kuat keyakinan, semakin damai. semakin lemah keyakinan akan semakin jauh kedamaian itu.
.
berdoalah dengan sepenuh jiwa
berusahalah semampu daya upaya
tawakalah atas result-nya
berprasangka baiklah senantiasa kepada Allah dan juga mahluk-Nya
.
damai itu begitu penting
agar kamu dapat fokus ISTIQOMAH IBADAH

Sunday, May 21, 2006

mana bakti itu?

tangan ini terlalu kecil
untuk dapat membalas besar jasamu
.
aku tak dapat berkata-kata mengingatmu
aku tak dapat berkata-kata memandangmu
.
betapa kuingin
betapa kuberharap
betapa kubersedia melakukan "apa saja"
untuk dapat mengasihimu
seperti dulu engkau mengasihiku
.
namun kenyataannya
Ya Tuhan aku tak pandai mulang tarima
.
banyak bebanmu
banyak masalahmu
banyak dukamu
banyak ketidaknyamananmu
banyak fikiranmu
banyak penderitaanmu
yang aku nyaris tak dapat melakukan apapun untuk mengangkatnya
bahkan untuk sekedar meringankannya
.
ampuni aku
maafkan aku
.
Ya Rabbi
berikan kesempatan buat hamba
menunaikan kewajiban bakti hamba
pada mereka
ibu-bapak terkasih...

be smile dear...

hai, baru dua hari
baru dua hari gak bersua sudah segitu kangennya
trus terang aja sbenernya kamu kangen aku atau kangen oleh-olehku?
trus terang aja sbenarnya kamu kangen aku atau kangen menumpahkan sgala keluh kesahmu padaku?
kalau boleh jujur aku juga kangen kamu, tapi ya aku cuekin aja rasa itu. kamu tahu kan aku emang "orang tak berperasaan". tapi justru karena itulah kamu selalu bisa cerita apa saja tanpa perlu berfikir aku bakal sedih atau tidak bukan? beda jika kamu harus cerita sama yang lain, orang-orang terkasihmu misalnya, hmm kamu berfikir berkali-kali agar orang-orang terkasihmu tak susah karenanya.
.
kenapa lagi dengan orangtuamu? kenapa lagi dengan saudara-saudaramu? maaf ya, aku masih lelah banget, aku ga komentar dulu deh. tapi kamu bisa remind apa-apa yang pernah kubilang tempo hari, masih up to date kok karena keluh kesahmu juga kan belum bergeser dari masalah itu.
.
sekarang makan dulu tuh puding kelapanya (aku bawa rasa baru, rasa tape) dan bakpia keju merlino kesukaanmu. be smile... hidup ini indah banget!

Friday, May 19, 2006

terlalu

cinta?
boleh...
cinta banget!
boleh juga...
cintaaa banget!!!
iya boleh
yang gak boleh itu TERLALU cinta
.
segala sesuatu memiliki batas
hanya DIA yang tak memiliki batas
kita boleh sangat mencintai apa dan siapapun
sepanjang tidak melebihi kecintaan kita kepada Allah
apalagi justru mengurangi kecintaan kita kepada Allah
.
ketika memasuki wilayah terlalu
kita telah melewati batas kebolehan
.
bebas?
boleh...
bebas berekspresi?
boleh juga...
bebas berkesenian?
iya boleh...
bebas berkawan?
apalagi berkawan, boleh!
yang gak boleh itu TERLALU bebas
.
apa batas kebolehan itu?
sederhana, KERIDHOAN ALLAHLAH BATASNYA
lalu bagaimana kita tahu diridhoi atau tidak?
jawabnya lihat kitab suci dan al hadist
jangan lihat argumentsi yang lain
karena ketika kita tidak berpegang kepada keduanya, niscaya kita disesatkan syetan.
.

Wednesday, May 17, 2006

jatuh

kita jatuh
hari ini kita jatuh
tapi bukan hanya hari ini kita jatuh
ribuan kali aku dan kamu pernah terjatuh
seperti kita jatuh secara harfiah pada saat belajar jalan dahulu
sakit?
yup!
tapi bukan alasan buat kita untuk tidak bangun kembali
bukan alasan buat kita untuk tidak berlari kembali
bukan alasan buat kita untuk berlama-lama terduduk atau terkapar di jalanan
jatuh,
hanya alat supaya kita makin kokoh berdiri
hanya sarana agar kita bisa lebih cepat berlari
.
Rabbi...
jangan biarkan diri kami bersandar pada diri sendiri meski hanya sekedipan mata
biarkan bersandar kepada-Mu sahaja...

Tuesday, May 16, 2006

ayah

"hari ini tidak lupa berinfak kan? ambil setiap kesempatan untuk melakukan kebajikan, selagi kesempatan itu terbuka"
.
ini bukan kalimat ustadz di majlis taklim, tapi sms yang diterima sahabatku dari ayahnya!. oww seketika aku jatuh cinta pada sang ayah. "pls kapan gue bisa ketemu bokap loe?" kataku. "anytime jika loe mau" jawab sahabatku, "dia itu segalanya buat gue, meski s-nya bukan S besar Segalanya. ayah gue bukan saja ayah tapi juga guru sekaligus sahabat buat gue. dia selalu bisa mengisi apa yang kurang dari gue. dia kadang membiarkan gue berlelah-lelah dalam kesulitan tapi dia tahu persis kapan dia mesti mengulurkan tangannya. dia ingin gue bisa mandiri, dia ingin sedapat mungkin gue bisa mengambil pelajaran sendiri dari kesulitan gue, tapi dia selalu waspada untuk tak membiarkan gue terlalu sulit sendiri. dia bisa membakar motivasi hidup gue dan dia tahu bagaimana membuat gue bisa selalu mempertahankan motivasi gue tanpa harus ada dia. dia tahu kapan harus bicara, diam, marah, bercanda dan be a friend dengan gue." aku makin ngebet dengar cerita sahabatku tentang ayahnya. aku bayangkan untuk bisa bersahabat dengan ayah ini, menghirup spirit kebajikannya dan mengecap inspirasi dari keteladanannya.
.
akhirnya aku dapat bertemu beliau. "waktu ayah masih kecil, di bawah sepuluh tahun, ayah sudah dibiasakan oleh kakek A (sahabatku) untuk suka ibadat. gak ada paksaan, hanya melibatkan. ikut shalat berjamaah, ikut ngaji, menghafal quran, menjenguk orang sakit, menghafal hadis yang pendek-pendek dst. anak itu ternyata peniru yang baik, apa yang banyak dilihat dan didengar itu pulalah yang paling banyak ditiru. semua itu menjadi proses pembiasaan dan perlahan tapi pasti semua menjadi kebiasaan. dan itu melekat kuat. seperti hadis 'al haya'u minal iman - malu itu sebagian dari iman' ya sampai kini ayah akan malu buat bohong, buat mengambil hak orang atau buat melakukan hal yang dibenci Allah meski tak ada orang melihat dan bakal melihat, karena malu kepada Allah. ini malu dengan iman. betapa mahalnya malu ini di masa kini, dan semakin terasa betapa berharganya warisan kakeknya A itu" itu cerita pertama sang ayah ketika pertama kali bertemu denganku. hmm beruntung sekali sahabatku ini, punya ayah dan leluhur yang alim (berilmu dan mengamalkan ilmunya). air mataku menetes begitu saja, bahagia bisa kenal mereka, haru... dan ada cinta yang tak membuncah untuk mereka.
.
terimakasih Rabbi, segala puji bagi-Mu. aku rasa aku bisa lebih beruntung dari sahabatku dengan meng-ayah kepada ayah sahabatku disamping punya ayah sendiri dengan kelebihannya sendiri pula. segala puji bagi-Mu yang Maha Kasih, Yang menumbuhkan kasih sayang di hati kami...
.

Sunday, May 14, 2006

ketika seseorang membutuhkan

.
jika seorang memberi/beramal ikhlas
dia ibarat menanam biji yang tumbuh bertangkai tujuh
dan setiap tangkai berbuah seratus... (al hadist)
.
maka ketika seseorang membutuhkan
bisa perlindungan
bisa nasihat dan ilmu
bisa bantuan tenaga
bisa makanan, uang atau materi lain
apalagi ketika dia datang meminta kepadamu
itu adalah moment dimana terbuka chance karunia-Nya
.
sesungguhnya hanya Dia yang mampu memberi
(lewat mekanisme)
ketika engkau memenuhi kebutuhan itu,
seseorang itu mendapatkan kebutuhannya (dari Dia) lewat tanganmu
dan
engkau mendapatkan karunia 700 kali lebih banyak darinya
lewat mekanisme balasan-Nya.
.
Dialah As-Syakuur
meski sesungguhnya engkau hanya mengeluarkan apa yang jadi milik-Nya
Dia membalasi engkau dengan lebih baik dari yang engkau berikan
sepanjang engkau dedikasikan pemberian itu untuk-Nya
.
namun ketika engkau tak memenuhinya (padahal engkau sanggup)
sesungguhnya engkau telah sia-siakan kemuliaanmu di hadapan-Nya
engkau lupa
bahwa mencintai mahluk-Nya membuat engkau dicintai-Nya
engkau lupa
bahwa kebakhilan itu dibenci-Nya
.

Thursday, May 11, 2006

muna?

pernah dengar seseorang mengatakan pada temannya yang ga mau merokok "banci loe"
pernah dengar seseorang mengatakan pada temannya yang ga mau diajak melakukan perbuatan keliru dengan "sok suci loe".
pernah dengar sekelompok orang mengatakan kepada pihak lain "muna banget sich!" karena pihak lain ga setuju dan ga mau ikut kebatilan yang dilakukan.
.
itu adalah kalimat-kalimat sakti golongan pro kemunkaran untuk menyerang golongan yang masih pro kemakrufan, sekaligus melakukan pembenaran atas apa yang dilakukan. bahkan kadang diikuti serangan atas orang yang gak mau diajak itu. diungkit kekhilafannya, dibesar-besarkankan kekurangannya dst. misal dicela abis tuh teman yang mengambil uang hotel (dapat hak nginap di hotel tapi menginap di saudara) sebagai suatu yang hinaaa banget, lebih hina dari yang dilakukan dirinya sendiri mengambil lebih dari 30% uang proyek kantor! "muna banget tuh dia kaya kagak tau aja dia embat uang hotel. sok gak mau lagi diajak kerjasama (ngembat 30% uang proyek)!".
.
definisi munafik adalah lisannya mengakui kebenaran (beriman), tapi enggan melakukan tuntunan kebenaran (karena hatinya tidak beriman).
ciri orang muna ada tiga: suka berkata dusta, suka mengingkari janji, dan menghianati jika diamanati.
.
dalam diri manusia (setiap orang) ada dua kecenderungan
laki-laki punya kecenderungan pada kemolekan wanita
tak bisa disangkal itu
tapi ketika dia menolak kemolekan wanita yang bukan hak
sama sekali itu bukan muna
tidak diingkari bahwa dia juga "mau"
tapi dia berjuang mengendalikan kemauannya itu dan mengikuti kecenderungan taqwa yang juga ada dalam dirinya, (diri manusia, setiap orang).
qod aflaha man zakkaha
menanglah, beruntunglah orang yang menjaga diri (dari hawa nafsunya)
itulah yang terjadi, bukan muna!
.
jangan perkataan orang-orang bodoh itu menyusahkan hatimu (al ayat)
begitu pun ketika anda menolak uang gak jelas, menolak cara yang haram, menolak perbuatan salah, dst, jangan susah hati jika dikatain muna!. bukan anda menyangkal butuh uang, bukan anda menyangkal suka materi, bukan anda menyangkal suka lawan jenis (ga normal kalau suka sejenis), bukan anda menyangkal cenderung juga terhadap kemewahan dunia. tapi anda menahan diri dari yang tidak dihalalkan Allah, berjuang melawan hawa nafsu anda, kemudian lebih memperturutkan kecenderungan taqwa anda.
.
kemunafikan justru sedang terjadi pada pelaku kemaksiatan itu, lihat saja ketika dia berkata "saya tidak muna, saya memang biasa melakukan ini-itu dst kemungkaran.." bukan saja dia telah menolak kebenaran dan memperturutkan hawa nafsu, tapi dia telah berbangga dengan melakukannya. lihat juga kebiasaannya bohong, bahkan kadang bangga dengan cerita pada sesamanya "gue tipu dia, dasar dia goblog". lihat saja kebiasaanya bersikap oportunis, berpihak kepada siapa yang menguntungkan meski itu tak sesuai janjinya. lihat saja kebiasaannya mengambil sesuatu yang justru dia diamanati untuk menjaganya. lengkap kemunafikan itu.
.
wa qod khooba man dassaha
celakalah orang yang mengotori dirinya (dengan hal yang dilarang Allah demi memperturutkan hawa nafsu).
belum lagi sabda Rasul "Allah menutupi dosa seorang hamba dan akan mengampuni jika bertaubat, tapi tidak kepada hamba yang melakukan dosa dengan bangga, memamerkan dan menceritakan jika orang tak melihat".
.

ketika dipersalahi

ketika anda disakiti
dengan perkataan atau tindakan seseorang
maka pelajaran pertamanya adalah
JANGAN PERNAH LAKUKAN ITU PADA ORANG LAIN
.
tak perlu menanti dia minta maaf
karena bisa saja itu tak akan pernah terjadi, maka
MAAFKAN DAN MOHONKAN AMPUNAN BAGINYA
.
nilai anda selanjutnya terletak pada
seberapa cepat anda melupakan kesalahan itu dan
MELEPASKAN DIRI DARI RASA SAKIT HATI ITU
sehingga perkataan dan perlakuan buruk itu menguap
TAK MENYISAKAN KEBURUKAN BUATMU MAUPUN PELAKUNYA
.
.
susah?
jangan berlindung di balik kata itu untuk tidak mengambil sikap ini
susah itu kan SUATU YANG BISA, TAPI DENGAN USAHA EKSTRA
usaha biasa mungkin tak memadai, maka usaha yang ekstra
mari berdoa agar kita bisa melakukannya...
.

Wednesday, May 10, 2006

rehat & be yourself

bila telah selesai satu pekerjaan/kegiatan
bersegeralah memulai kegiatan yang baru
.
senantiasalah begitu. istirahatmu adalah kematianmu.
meski untuk merevitalisasi tubuh, take a rest like a sleep adalah harus
meski untuk merefresh spirit, take entertaint juga perlu
seperti perlunya garam dalam masakan
ga enak kalau kurang
tapi justru rusak kalau kebanyakan
.
.
.
BE YOURSELF

be yourself
hmm kondang banget tuh istilah
tapi bener tak usah ngikut ikut trend kalau memang gak sesuai dengan kita
kalau gak cocok dengan prinsip hidup kita
kalau menyalahi keyakinan kita
seorang sahabatku pernah berwasiat "jangan ambil jika itu batil, meski seisi kantor melakukannya". duh Rabbi... karuniakan tekad itu dalam dada hamba, mudahkan hamba melakukannya. tunjukan yang batil itu batil dan mudahkan hamba menjauhinya...
terimakasih sahabat atas peringatanmu...
.
entah kapan aku mendapatkan, entah dari siapa pula aku lupa, tapi begitu membekas:
jika seribu orang melakukan kebaikan, pastikan kamu satu diantaranya
jika seratus orang, pastikan kamu di antara seratus itu
jika sepuluh orang, pastikan kamu masih serta
jika hanya satu orang melakukan kebaikan, pastikan bahwa itu adalah kamu!
.
terimakasih kepada semua sahabat yang selalu memotivasiku
dengan kata-kata maupun dengan perbuatan kalian.

seberapa pantas? (cerita niy)

seorang sahabat bercerita,
dia ditanya seorang ibu sahabatnya "mengapa kamu selalu menghubungi anakku? aku tak mau ada hubungan cinta antara kalian, kamu kurang bahkan tak pantas sama sekali buatnya."
dia menjawab "saya memang menyayanginya, banyak hal yang membuat dia pantas disayang. tapi sama sekali tak terfikir oleh saya untuk menjadikannya sebagai kekasih. tak perlu khawatirlah ibu, saya tahu diri"
sang ibu kembali bertanya "lalu mengapa selalu menghubungi? apa arti perhatian yang berlebihan, apa maksud sms yang mesra? jangan menghindar deh akui saja kamu suka dengan anakku, semua orang juga bisa lihat itu. pls deh jangan ganggu dia, biarkan dia mendapatkan kepantasannya tanpa rasa bersalah padamu"
sahabat menjawab "ibu, tak ada yang tahu perasaan saya selain saya sendiri. ibu dan siapapun bebas menafsirkan sikap saya. saya yakin kalau ibu membaca runtut semua sms saya tidak separo-separo pasti ibu bakal faham kata sayang, cinta dst, tidaklah dalam konteks sempit seperti yang diduga. sebagai bukti jika ibu meminta saya jangan menghubungi anak ibu dengan cara apapun dan alasan apapun ok saya akan lakukan tanpa sakit hati, saya tetap sayang pada anak ibu bahkan ibu sendiri. jika ibu mau nikahkan anak ibu sekarang juga dengan seseorang, insya Allah saya tak kalah bahagia dengan ibu karenanya."
"ok, lakukan itu, jangan hubungi anakku dengan cara dan alasan apapun" sambar sang ibu.
"baik ibu, niscaya satu saat ibu takkan ragu dengan kata-kata saya"
.
demikian cerita singkat sahabatku, aku menghela nafas "wah sikap dia mirip-mirip sikapku niy kalau menghadapi hal yang sama" ujarku dalam hati.
"bener loe gak berharap dia menjadi kekasih loe?" kataku menanggapi.
"gue tak yakin bisa membahagiakannya, gue tahu cita-cita dia, impian dia, harapan dia tentang hidup, gue setuju dan salut dengan cita-cita mulianya itu, tapi kejauhan dengan kemampuanku" jawabnya.
"kalo gitu berarti loe berharap dong. apa karena loe takut gagal lagi?" serangku
"ah loe sama saja dengan mereka-mereka yang menganggap gue ada hati padanya. ini masalah keyakinan men, kalau gue yakin gue akan mengusahakannya, perkara gagal apa pernah sih gue takut gagal? gue pernah melakukannya bukan?" katanya sewot.
"ok deh, gue percaya loe bisa mengatasi perasaan loe. gue kenal mereka juga kok, gue yakin mereka punya pertimbangan sendiri untuk kebaikan kalian. gue setuju dengan sikap loe. tapi ya bersiaplah "kehilangan" sahabat loe itu karena udah janji kan gak bakal kontak lagi" kataku menurunkan tensi pembicaraan.
"kehilangan pasti, dia punya banyak hal yang bisa gue jadikan pelajaran. gue bakal kangen dia, tapi gue lebih kangen melihat atau mendengar dia happy, bukannya bermasalah karena gue" jawabnya.
"cian deh loe, cuma berelasi saja jadi terdakwa" batinku
.
aku ingat setahun yang lalu sahabatku ini mengalami nasib yang mirip, bedanya dulu dia sudah melakukan usaha dan gagal total. kenal gadis cantik, "biasa aja sih gadis cantik kan banyak, meski ini mah rada keterlaluan cantiknya" katanya. tapi sahabatku mulai perhatian ma ni gadis setelah dalam suatu percakapan (rame-rame) ternyata si gadis paling antusias dengan topik agama dan selalu apresiatip dengan orang berpemahaman agama, sahabatku ini pan rada tukang "wasiat" juga. singkat cerita dia cari info status sang gadis ke temen-temennya si gadis. ok, alone gak ada cowok, "dia juga punya atensi lho sama loe" kata temennya. semangat 45 deh sahabatku ini, entahlah dia merasa cocok banget ma ni gadis. dia mengatur hati, berdoa, lalu mulailah melakukan usaha. beberapa kali lunch bareng (ga berdua sih), rasanya klop. tapi begitu topik menyentuh keluarga "bagaimana jika gue dateng ke rumah loe?" hmm jawabannya "ntar-ntar deh". woooi ternyata si gadis bener-bener bukan orang sembarangan, dia darah biru, orang tuanya terpandang secara nasional, harta jangan tanya, dan kemana-mana tu gadis pake sedan eropa. walah-walah sahabatku shock, biasanya dia jemput tu gadis pake taxi ke kantornya. si gadis juga oke-oke aja and low profile. "maaf bukannya gue gak suka ama loe, gak ada yang kurang dari loe, tapi gue gak yakin kita bisa saling menyesuaikan diri, gue tahu keluarga gue pasti kurang berkenan ama loe". tapi kadung melangkah, sahabatku bener-bener datengi rumah tu gadis. beruntung ibu sang gadis masih mau menemuinya, tapi tak cukup beruntung untuk mendapat sambutan hangat selain kata "bisa tak berharap pada anak saya?, berteman ok, tapi untuk lebih maafkan...bla-bla-bla" gagal totaaal!
"napa si loe sahabat, kisahmu kok gak juga ber-ending indah?" batinku lagi setelah peristiwa terakhir. tapi aku salut dengan daya lentur mentalnya. setelah itu dia kaya biasa aja, roman mukanya, senyumnya, keceriaannya, semangatnya menjalani hari-hari tak berubah sama sekali. "wasiat-wasiat yang gue kasih ke orang kan sesungguhnya buat gue pake sendiri tau!, ini bukan hanya baik buat gue, tapi terbaik! emang loe mau dikasih yang terbaik malah marah sama Yang Kasih?" katanya. "dasar tukang wasiat loe!" timpalku dalam hati.
.
aku teringat hal kontras dengan yang kualami baru-baru ini
belum lama aku ditanya seorang ibu sahabatku yang lain "anda sudah punya calon?"
"belum ibu" jawabku
"ibu heran juga lho sama anak gadis ibu, kok dia belum juga punya pacar, anak perawan kok malam minggu dan hari minggu di rumaaah aja" katanya. hehe aku pernah dicurhatin ma anaknya kalau nyokap gelisah lihat dia sampe sekarang ga malam mingguan.
"ya mungkin itu prinsipnya ibu, dalam agama kita memang tak kenal terminologi pacaran" jawabku
"ya, ibu pernah tanya eh dia jawab 'aku akan menikah dengan pria pertama yang melamar aku, yang memintaku dengan cara terhormat dan bertanggungjawab. cukup dia beragama baik, sudah bekerja (apa saja) dan singgle' " jelas ibunya.
"hmm kesempatan niy" kataku dalam hati. aku teringat sahabatku ini punya "wajah", prestasi akademiknya bagus, aktivis di kampus dulu, baru lulus langsung diterima kerja, pemahaman agamanya ok, dan cukup care padaku. "mungkin cocok niy buatku, apa sang ibu sedang mengundangku untuk melamarnya niy?" terbersit tanya dalam hatiku.
"ya tunggu saja ibu, saya yakin banyak yang suka pada dia, cantik, pintar, baik, pergaulannya pun cukup luas, jangan khawatir hanya masalah waktu." itulah yang keluar dari bibirku karena aku berfikir dia punya hak untuk mendapatkan yang lebih dariku, aku merasa tak cukup pantas, tak sekufu dengannya. tapi sepulang dari sana, semalam aku menimbang-nimbang lalu shalat istikharah. jika baik condongkan hati, yakinkan hati dan mudahkan...doaku. tiga hari kulalui tetap tanpa perasaan yakin. banyak urusan dan tanggungjawab pribadiku yang menuntut konsentrasiku, tak adil mengajaknya "susah" sementara dia punya chance mendapatkan yang lebih baik. aku putuskan untuk tidak mengambil kesempatan saat itu.
.
sebuah alasan yang sama dengan cerita sahabatku di atas bahwa kami merasa tak cukup pantas. dia merasa tak cukup pantas untuk mengusahakan, sementara aku merasa tak cukup pantas mengambil kesempatan. sama-sama merasa tak pantas.
.
istikharah itu sekitar 6 bulan lalu. dan beberapa hari lalu aku dapat undangan pernikahan gadis sahabatku yang care itu. dan uniknya dia akan menikah tepat di hari ulangtahunku. hmm sengajakah sahabat? wallahu a'lam.
.
.

Tuesday, May 09, 2006

grasani bin ghibah

dalam satu komunitas
komunitas yang satu
terasa miris hatiku ketika berkembang di dalamnya saling ngrasani
hmm tidak akan kukatakan mereka saling iri atau dengki
meneketehe isi hati mereka!
faktanya adalah saling ngrasani
tak juga aku mau men'judge orang lain
ini lebih untuk introspeksi
.
balik ke crita awal
si a, b, c bertemu ceritakan kejelekan si d
nyaris selalu begitu, hal-hal yang tak disukai tentang si d diungkap dengan sinis
aku tak mau dengar, tapi kita ada di satu ruang
aku hanya bisa ingatkan "gak baik bicarakan itu, d itu teman kita yang juga tak luput dari kekurangan seperti kita". "iya tapi ......." ups malah manjang mereka ceritakan hal negatif lain yang tak kutahu. "pls aku tak mau dengar, aku terima dia seperti juga aku terima kalian apa adanya". Jadilah mereka hanya berbisik-bisik setiap ngrasani si d. tapi mereka bicara di ruang yang sama denganku, aku masih bisa tangkap...
.
giliran si a ga ada, yang ada b, c dan d. wah mereka juga hot nyela si a. ya ampuun, aku tak mau dengar. kita kan telah kenal lama, saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, kenapa tidak saling tutup aib tapi malah sebaliknya. kenapa tidak gembira dengan suatu keberhasilan dan peruntungan teman lain, tapi kok setiap ada ada yang mendapat kesenangan dan peruntungan, ada saja komentar sinisnya. dan itu dilakukan di belakang, sementara di depan, ya nice-nice saja.
.
aku hanya miris berada di komunitas itu. aku miris karena usaha-usaha yang kulakukan untuk mengalihkan pembicaraan atau memotong pembicaraan bahkan menyatakan ketidaksetujuan tak membuahkan hasil. aku miris karena bukan mustahil aku pun jadi bahan gunjingan di belakang, apalagi dalam hal ini sikapku kan berseberangan dengan mereka.
.
aku ingat kata bijak, "kita tak dapat merubah orang lain, satu-satunya yang bisa kita rubah adalah sikap kita terhadap orang lain. daripada berfikir negatif tentang orang lain lebih baik fikirkan apa pelajaran yang sedang mereka berikan untuk kita". apa pelajarannya?
  1. jelas typikal penggunjing teliti sekali dengan kesalahan kita, betapa koreksi itu berguna untuk memperbaiki diri dengan teliti pula.
  2. kadang ucapan mereka memerahkan telinga satu sama lain, ya kalau kebetulan terkena kita, berarti mereka memberi kesempatan buat kita meraih kemuliaan sabar dn memaafkan.
  3. tanpa tantangan, apa sih yang terbukti?. tanpa ujian, siapa sih yang bisa lulus? so inilah tempat pembuktian dan ujian siapa diri kita sesungguhnya. terbawa aruskah, terpancing marahkah, atau membiarkan waktu membuktikan ucapan-ucapan mereka.
.
finally, aku tetep sayangi mereka. aku jadi seperti "diusir" dari ruangan jika mereka ngrasani satu sama lain. kebiasaan nggunjing ini tidak stop-stop banget dengan sikapku itu, tapi paling tidak ada rem lah jika aku ada ditengah-tengah mereka. mereka kan sungkan jika aku ngeloyor terusir dari ruangan terus menerus.

dikit curhat ah

curhat
dulu aku punya tempat curhat, only one
tapi kini telah berlalu masa itu
kini amat terbatas rasa yang mau dan bisa kucurhat
itupun kepada sangat terbatas orang pula
sehingga who know my feel?
dari sisi ini aku sangat introvert
tapi aku tak punya akumulasi rasa yang mesti ditumpahkan
alhamdulillah aku terbiasa menelan rasa sendiri
share dengan tulisan-tulisan sebagai bentuk diskusi dengan diri sendiri
dan tentu tak ada tempat curhat terhebat selain Dia
.
berbagi cerita biasa kulakukan
dengan koridor:

  1. sebagai i'tibar,
  2. tak ngrasani orang apalagi melanggar kehormatan orang lain
dengan siapa saja kulakukan
untuk menghidupkan relation dengan mereka
.
tupat
tukar pendapat
ini yang kusuka, share pendapat tentang apapun dengan siapapun
aku sangat bergairah melakukannya
memandang dan memaknai kehidupan melalui perspektif yang berbeda
mengembarai dunia dengan cara lain dan dari sisi lain
mengoreksi cara pandang dan persepsiku tentang kehidupan yang keliru
menajamkan cara berfikir
memperluas wawasan
memperdalam penghayatan akan nilai-nilai kehidupan
.
tupat bukan debat
tupat bukan upaya agar pendapat diterima apalagi ajang menang-menangan argumentasi, meski ya setiap pendapat pasti punya alasan dan arugumentasinya sendiri.
tupat pure share pendapat
untuk berbagi cakrawala
tanpa pelakonnya harus saling menerima dan saling setuju
.
bahkan jika seseorang sekedar curpat (bicarakan pendapatnya) tanpa mau dengar pendapatku pun aku tetap antusias menyimaknya. bahkan pula jika itu melulu berisi kritik dan celaan-celaan buatku.
dari sisi ini tentu aku bukanlah introvert.
.

Monday, May 08, 2006

pede aja lagi!

siapa yang tak pernah merasakan duka?
siapa yang belum pernah merasakan kesedihan?
bahkan rasa tak berdaya dan almost putus asa pun tak sedikit yang mengalami
ada yang sungguh-sungguh masuk jurangnya
namun tak sedikit yang berbalik menjadi perkasa
.
saat diri merasa tak berdaya dan tak dapat lagi mengandalkan kekuatan dirinya
saat diri kehilangan kepercayaan dirinya dan nyaris putus asa
itulah "zero mind process"
begitu terminology yang dipakai Bang Ary Ginanjar penggagas ESQ.
proses dimana manusia digiring untuk menginsafi secara haqqul yakin "laa haula walaa quwwata illa billah". tak lagi sekedar ainal yaqin atau ilmul yaqin. keyakinan kepada Allah itulah kekuatan sesungguhnya karena hanya Allahlah kekuatan itu.
.
kepercayaan diri yang dibangun di atas kemampuan dan kekuatan diri an sich
adalah kepercayaan diri yang rapuh dan mudah goyah jika gagal
dan membuat tersesat dalam kebanggaan dan kesombongan jika berhasil
.
tapi jika dibangun di atas tawakal
kepercayaan diri akan kokoh dan tak mudah goyah
hingga apapun situasinya PEDE AJA LAGI!

di malam yang indah

malam yang indah
teramat indah
sangat sempurna karunia-Nya
tapi aku tak merasakan bahagia yang sempurna
tak bersyukurkah aku?
.
kufahami ini karena begitulah aku
karunia-Nya sempurna tapi tidaklah aku
dalam suasana teramat indahpun
aku masih saja mengecap galau
banyak keprihatinan terserak yang belum jua terselesaikan
keprihatinan yang kubawa kemana kupergi
aku tak ingin melepas dan memang tak bisa lepas
karena penderitaan seperti ini melekat dalam cinta
bagaimana bisa melepas cinta?
meski cinta membuat berat terasa oleh kita penderitaan orang yang kita cinta
.
tapi cintaku mungkin cuma omong doang
jika dibanding cinta Rasulullah pada umat
yang membuat beliau masih menyebut "ummati... ummati..." di ujung hayatnya
yang membuat beliau tak pernah bergelimang kenikmatan duniawi meski sangat memungkinkan jika mau, demi meraba rasa umatnya yang paling dhuafa.
yang membuat beliau paling mudah dicari (jika tidak ada perjalanan ke luar daerah) karena hanya dua kemungkinan beliau berada, yakni berada di mesjid atau di berada antara dhuafa.
.
ya Rabbi Kau ciptakan cinta demikian agung
yang dengan cinta itu jutaan hati terpicu cintanya
sahabat yang memantulkan kembali cinta Rasul
dengan rela membela, ikhlas taat, bersedia berkorban apa saja hatta nyawa...
cinta itu menembus abad demi abad
hingga kini jutaan umat setia mengikuti sunnahnya karena cinta
meski cinta kami saat ini telah demikian redup
dan hanya terdengar sayup-sayup

Sunday, May 07, 2006

yuk bersiap

kita telah bersiap
bersiap dengan segala yang terburuk
"ga siap-siap amat" sih
manusiawi ada takut, ada was-was dsb
tapi eliminate perasaan itu sampai batas yang tidak mengganggu
kejernihan berfikir dan ketenangan bertindak
.
keyakinan itulah kekuatan
hanya melakukan yang benar itulah langkah praktisnya
.
aku berharap tak ada goncangan yang belum kita perhitungkan
sehingga menimbulkan goncangan yang berlebihan bagi kita
.
kita lemah
kita tanpa daya
tanpa Dia memberikannya...
hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'mannashir...

be better everyday

be better everyday
aku katakan itu pada ponakanku yang ber-sweet seventeen
aku tak yakin jika dia memahami maksudku
tapi tak masalahlah itu
karena be better everyday itu lebih kutujukan untuk diriku sendiri
.
dalam konteks waktu, be better everyday sangat relevan
karena waktu terbagi 3 (tiga):
  1. waktu yang menguntungkan, dimana hari ini lebih baik dari kemarin
  2. waktu yang merugikan, dimana hari ini sama baiknya dengan hari kemarin
  3. waktu yang mencelakakan, dimana hari ini lebih buruk dengan hari kemarin

benarkah dari hari ke hari kehidupanku senantiasa lebih baik?

lebih takut melakukan hal yang dibenci Allah.

lebih peka menjaga telinga dari ghibah

lebih menjaga mata dari yang mengotori hati

lebih menjaga lisan dari berkata selain yang baik

lebih menjaga perut dari memakan yang syubhat

lebih menjaga penghasilan dari yang meragukan

lebih khusuk dalam shalat

lebih gemar berinfak

lebih menyukai berlapar-lapar puasa

lebih nikmat qiyamullail

lebih banyak membaca Quran lalu lebih intens mengkaji dan meninternalisasikannya

lebih pengasih pada sesama

lebih santun kepada siapa saja

lebih banyak berbuat daripada sekedar berkata

lebih berani bertindak dan mengambil resiko yang mungkin terjadi

lebih berkhidmat kepada orangtua

lebih care dan memberi teladan pada anak-anak

lebih bisa menjaga kesehatan yang diamanatkan dengan olah raga

selalu ada yang bisa dilakukan lebih baik dari kemarin....

sudahkah itu aku lakukan?

jelas jawabannya belum

.

so tak ada yang lebih tepat menerima kado ulangtahun "be better everyday" selain dirimu sendiri. begitulah uniknya karakteristik waktu, kita bisa menggunakan moment apa saja untuk mengambil hikmah. tak mesti di hari idul fitri untuk meminta maaf, tak mesti di hari ulangtahun untuk berintrospeksi, tak mesti di ramadhan meningkatkan ibadah, tak mesti juga menanti kejadian luar biasa untuk meraih sesuatu yang luar biasa.

.

astagfirullah...

ampuni hamba atas segala khilaf dan dosa yang sengaja maupun tidak,

yang karena kebodohan hamba atau karena hamba lalai dan menggampangkannya

serta atas khilaf dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya.

.

astagfirullah

ampuni hamba atas segala fikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan yang Engkau benci

yang hamba taubati, namun kembali hamba ulangi....

.

astagfirullah

ampuni atas segala nikmat-Mu yang tak berbilang dari hari ke hari

namun justru hamba gunakan untuk berdurhaka dan tidak taat dari hari ke hari itu.

.

astagfirullah

tak terkira khilaf dan dosa ini kepada-Mu

namun Engkau jualah yang dapat mengampuni

Engkaulah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang

.

pelihara hamba dari khilaf dan dosa itu semua

selamatkan hamba dari khilaf dan dosa itu semua

karuniakan rahmat-Mu senantiasa...

sehingga hamba dapat menjadi lebih baik setiap hari...

Monday, May 01, 2006

kebutuhan esensial

mintalah kepada-Ku, maka akan Ku-berikan
.
bagi orang yang sakit,
rasanya tak ada yang diinginkan selain kesembuhan
tak tertarik ketika ditawari makanan
tak terbayang untuk meminta kebendaan
tak terlintas untuk berdoa dan memohon selain diangkat penyakitnya
tak berpikir dua kali jika dimintai uang untuk kesembuhan
yang penting reda nih sakit
yang penting berkurang nih kesakitan
yang penting hilang deh nih penderitaan
yang penting sembuh deh...
bayar berapa kek (asal ada) ga masalah yang penting terbebas dari sakit
apa aja deh dijalanin yang penting sembuh
subhanallah...
.
TIDAK ADA HAJAT YANG ALLAH RIDHA PASTI DIA KABULKAN
kuncinya mintalah apa yang Allah ridhai
apa itu? sebentar
.
kadang Allah tak memberi apa yang kita minta
tapi pasti memberi apa yang terbaik untuk kita
bisa jadi engkau mengharap sesuatu padahal sesuatu itu SANGAT BURUK untukmu
bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu SANGAT BAIK untukmu
Allah mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui
.
dalam konteks itulah kadang kita mendapati apa yang tidak kita harapkan (benci)
tapi tidaklah itu suatu yang percuma
seperti kesulitan belajar itu semata untuk memperoleh kemudahan pintar
kesulitan usaha itu diperlukan mendapatkan kemudahan material
kesulitan mengandung itu dibutuhkan untuk mendapat keturunan
kesulitan mendidik itu mesti ditempuhi untuk mendapat generasi yang unggul
tidak kesulitan itu memiliki hikmah
  • untuk menghindari dari kesulitan yang lebih besar
  • untuk mengantarkan pada kebaikan yang lebih besar
  • untuk membawa pelakonnya pada kemuliaan sabar
.
dalam konteks itulah permohonan kita tidak Allah berikan
karena kita meminta sesuatu yang buruk bagi kita (dan kita tidak tahu)
tapi itu pun tak tertolak percuma
  • karena Allah mengganti dengan penyelamatan dari suatu bahaya
  • karena Allah memberi dengan yang lebih baik dari yang kita minta
  • karena Allah akan mengabulkan doa itu di kehidupan sesungguhnya kelak

.

bahkan dalam satu riwayat, seorang yang mendapat pengabulan di akhirat demikian terkagum-kagum tak percaya sehingga berujar "andai kutahu begini balasnya niscaya kuminta saja pengabulan semua doa di sini saja". tak ada doa tertolak, maka betapa doa menjadi karunia yang tak terhingga.

betapa:

  • doa merupakan bukti bahwa kita "benar" berhamba, hanya meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa
  • doa merupakan pemenuhan dan ketaatan kita kepada Allah yang memerintahkan kita berdoa. sombong orang yang tak mau berdoa kepada-Ku.
  • doa memastikan keinginan kita selaras dengan kehendak Allah
  • doa membuka jalan lurus bagi kita sampai kepada tujuan yang diridhai Allah.

alangkah rugi jika kita tak mau berdoa. alangkah tersesat jika hidup di luar rel doa. alangkah sulit hidup tak dipandu doa.

.

berdoalah kepada Allah dalam hal apapun, meski dalam urusan kecil semisal terputusnya sandal. betapa terbuka kasih-Nya!

dalam hal apapun... bayangkan itu. Dia membuka tangan-Nya untuk kita dalam hal apapun. Maha Pengasih sungguh Maha Pengasih...

ada doa-doa yang telah diajarkan Rasulullah kepada kita. dari bangun tidur hingga tidur kembali. dari urusan di pasar sampai di atas ranjang. dari menghadapi kegembiraan maupun menghadapi kesukaran.

doa, dalam pengertian praktis tak lain adalah mengupayakan dengan segenap daya dan upaya untuk mencapai apa yang diminta kepada Allah. tak boleh tindakan kita bertolak belakang dengan doa kita. doa kita tertolak oleh perbuatan kita sendiri namanay!. meminta pintar dengan malas belajar, meminta surga dengan terus maksiat, wah konyol!.

doa, dalam pengertian lain adalah prinsip dan sikap yang harus dipegang dalam bertindak.

doa adalah panduan, manual kehidupan. dalam doa kita akan menemukan esensi kehidupan. dalam shalat hajat yang diajarkan Rasulullah ada tiga esensi kebutuhan hidup kita:

  1. ampunan Allah, karena tak ada yang terbebas dari dosa
  2. dikayakan dengan kebajikan, karena itulah yang kekal menemani kita
  3. diselamatkan dari khilaf dan salah masa yad, jangan sampai tak sempat ditaubati.