sahabatsemua

Monday, January 15, 2007

SELAMAT TAHUN BARU 2007

Setiap waktu adalah baru, tak ada waktu yang kadaluarsa karena memang senantiasa terbaharu, bahkan jikapun sampai seperseribu detik tingkat ketelitiannya, akan ditemukan bahwa waktu senantiasa terbaharui. Tahun baru 2007, bukan tahun Islam, tapi waktu itu sendiri adalah sangat Islami, adalah mahluk yang sangat tunduk kepada Penciptanya, Islami. Dan muhasabah tentang waktu, di manapun titiknya (toh senantiasa baru) menjadi suatu yang sangat Islami. Muhasabah, suatu yang bersifat introspektif terhadap kesalahan dan kekurangan masa lalu, serta kontemplatif untuk merumuskan perbaikan masa datang menjadi sangat penting bagi kehidupan siapa saja. Merupakan transendensi dari hidup yang sekedar hidup menjadi hidup yang menjadi hidup. Sekedar hidup dalam arti tak menghasilkan hidup di kehidupan abadi (laa yamutu fiiha wa laa yahya). Menjadi hidup dalam arti membuahkan kebahagiaan hidup hakiki di kehidupan abadi.

Apa yang terjadi di setahun lalu:

Terlalu banyak kesalahan dan dosa yang telah dilakukan, dengan ini tak pantas rasanya tertawa lebar. Tertawa lebar di tengah ancaman siksa pedih-Nya? Airmata penyesalan lebih pantas atas itu semua.

Terlalu banyak nikmat yang harus disyukuri. Bayangkan gelimangan karunia itu. Tak usah di sepanjang tahun, di satu detik momen kehidupan saja tak terkira!. Dan lihat apakah lebih banyak ridhamu atau keluhmu atas segala iradah-Nya itu?

Terlalu banyak kebutuhanmu kepada-Nya, kebutuhanmu tak terbatas pada-Nya!. Lalu seberapa intens kamu meminta? Jangan-jangan semua sambil lalu belaka…

Rasanya semua terlihat semakin ironis, di tengah karunia yang tak terkira dari-Nya, di tengah kebutuhanmu yang tak terbatas pada-Nya, engkau lebih banyak melakukan pelanggaran dan alpa pada-Nya (terlalu banyak bahkan), bandingkan dengan kebajikan dan ketaatanmu pada-Nya yang begitu tipis.

Apa yang akan dilakukan setahun ke depan?

Kesalahan dan dosa itu niscaya, tak terelakkan. Hanyutkan dirimu dalam laut penyesalan dan tobat selamanya (nasuha). Biarkan hidupmu penuh airmata ini, airmata yang akan mencuci kekotoranmu di hadapan-Nya.

Senantiasalah tersenyum untuk ekspresikan ridhamu pada-Nya. Hayati dan nikmati karunia kasih sayang-Nya setiap waktu. Lafadzkan tasbih dan hamdalah sebanyak yang engkau bisa, gemakan itu dalam jiwa.

Intenskan doa. Doa sebagai perlambang dan bukti kehambaan, engkau tak ada daya dan hanya Dia yang Berdaya. Doa sebagai alat dan senjata mencapai tujuan. Doa sebagai bukti tak ada kesombongan. Doa sebagai ibadah dan melaksanakan perintah. Doa sebagai saat terdekat dan terintim kita dengan-Nya. Doa sebagai sumber kekuatan dan spirit jiwa kita. Doa sebagai (jalan) penolong atas segala problematika kita. Doa sebagai saat terindah dan ternikmat dalam hidup kita. Doa sebagai panduan dan manual hidup kita. Doa memastikan kita senantiasa berada dalam dzikir kepada-Nya.

Muhasabah berkelanjutan. Memperbaiki diri dengan continue. Senantiasa berdoa di setiap moment kehidupan. Lalu terus menerus membaguskan ibadah.

Ini adalah satu-satunya (rangkaian langkah) pilihan hidup (sebelum mati) ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home