sahabatsemua

Monday, August 21, 2006

merdeka

Kemerdekaan bukanlah bebas melakukan apa yang kita inginkan, tapi bebas melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.
.
Lakukan kewajiban-kewajibanmu, lakukan perintah-Nya, ikuti sunah rasul-Nya, patuhi panduan kitab-Nya. Bebaskan diri dari segala hambatan, rintangan, tekanan atau apapun untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang sunnah terlebih yang wajib.
.
Jangan ada yang menghambatmu untuk berbakti pada orang tua
Jangan pernah punya alasan untuk meninggalkan shalat fardhu berjamaah.
Jangan lagi punya kendala untuk membaca quran setiap hari
Jangan lagi ada rasa berat untuk memberi, infak dan sedekah
Jangan lagi sulit mengendalikan emosi
Jangan lagi ada yang membuatmu takut dan khawatir (selain Dia tentunya)
Jangan lagi kemalasan menguasai
Jangan ada kesombongan meski sebesar dzarrah
Dst
.
Hirup kebajikan di setiap nafas dengan bebas, raih setiap peluang kebajikan dengan merdeka. Jangan pesona dunia menjajah nurani kita, jangan bisikan syetan mengecoh orientasi hidup kita dan jangan hawa nafsu menggantikan tuhan kita.

Tuesday, August 15, 2006

sabar dari emosi

Ada tiga hal yang tak mungkin dihindari sama sekali, sekali waktu datang menghampiri. Pertama iri, kedua prasangka dan yang ketiga sebel. Jika datang iri jangan meronta, jika ada curiga jangan cari-cari bukti dan jika kesal dengan sesuatu tinggalkan saja (al hadist).
.
  • Jangan ekspresikan kekesalan, kemarahan, ketersinggungan, emosi dsj kepada orang lain, bahkan kepada yang bersangkutan sekalipun. Jika toh ada kekeliruan atau kesalahannya, biarlah anda bicara baik-baik dengannya setelah emosi anda reda. Bicaralah dengan hikmah, dengan welas asih.
  • Tak ada yang lebih manis selain segumpal kemarahan yang ditelan lillah. Kemampuan untuk mengekspresikan perasaan hanya kepada-Nya adalah salah satu wasilah untuk dapat senantiasa ingat kepada-Nya. Dzukirallaha qiyaman wa quudan wa ala junubihim… amin.
  • Jika kekesalan (kepada seseorang saja) tak perlu dikatakan kepada orang lainnya, apalagi hanya penilaian-penilaian dan hipotesa. Meski penilaian itu kita anggap sangat obyektif dan faktual, tapi percayalah anda menilai menggunakan fikiran dan perasaan anda (yang tak bisa lepas dari nilai-nilai subyektif).
  • Kekesalan, amarah, ketersinggungan, rasa terdzalimi, rasa diperlakukan tidak fair, rasa dicurangi dsj, hanya merusak diri sendiri. Melupakan dan memaafkan jauh lebih baik buat semuanya. Buat orang lain, dan terutama buat diri anda sendiri.
  • Bisa jadi orang tak bermaksud demikian, bisa jadi orang lain sedang dalam tekanan sehingga mudah meletup, bisa jadi orang lain berucap tanpa memikirkan (dia sendiri tak tahu efek ucapan dan sikapnya menyakitkan), bisa jadi dia telah menyadari dan menyesali serta mendoakan kebaikan untukmu, atau yang pasti dia segera sibuk dengan urusannya sendiri dan lupa dengan ucapan dan sikapnya pada anda, lalu kenapa juga anda repot memikirkan sesuatu yang dia sendiri sudah lupakan.

Thursday, August 10, 2006

today suggestions

  • Sikap siapapun kepada anda adalah merupakan bentuk reaksi mereka atas sikap/aksi anda. Jika ingin sikap-sikap itu berubah, maka rubahlah sikap anda. Anda tak bisa merubah orang lain, satu-satunya yang bisa anda rubah adalah diri anda sendiri.
  • Kehilangan? Atas apa? Bagaimana bisa?, seperti hukum dzat dan energi yang tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, begitu pun sisi kehidupan lainnya, tak pernah ada yang hilang, semua pada tempatnya.
  • Apa yang hilang jika tak memiliki? Ini jawaban lain tentang kehilangan. Bahkan jiwa kita pun bukan milik kita…
  • Kebahagiaan pasti menguap jika terus memikirkan apa yang ada pada orang lain dan tak bisa melihat rizki apa yang sudah diberikan Allah untuk dirimu.
  • Rizki tidak semata materi. Rizki nafsan muthmainnah (jiwa yang damai) sebagai buah iman dan amal shaleh jauh lebih baik dan kekal.
  • Yang termulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Terserah mau kaya atau tidak, terserah berprofesi apa, terserah mau laki atau wanita, terserah mau tua atau muda, terserah mau asia atau eropa.
  • Taqwa adalah buah dari iman dan amal shaleh. Tak jadi masalah apapun peristiwa yang sedang dialami, yang paling penting diperhatikan dan diselamatkan adalah iman dan amal shaleh. Sepanjang iman dan amal shaleh itu istiqomah, laa khaufun alahim wa laahum yahzanun.
  • Puasa (dan ibadah lain) sesungguhnya merupakan bentuk pengorbanan, sebagai bentuk ketaatan, sebagai bentuk implementasi iman, sebagai bentuk amal shaleh yang tak lain bertujuan agar manusia sampai derajat taqwa, agar manusia tetap di tempat mulia ahsani taqwim.
  • Pengorbanan yang tidak lagi terasa sebagai pengorbanan. Pengorbanan itu justru sebagai hiburan dan perolehan bagi pelakon pengorbanan sejati. Mereka tak merasa berkorban, mereka tak merasa melakukan kebajikan (tapi mendapat kebajikan) sehingga tak perlu appresiasi dari manapun.
  • Katakan "kami tak menghendaki balasan dari anda, dan tidak juga (ucapan) terimakasih” (al insan 9). melakukan kebaikan dan memberi dirasakan sebagai "mendapatkan" karunia.

Wednesday, August 09, 2006

kenapa ya?

"please aku sangat perlu loe, gue perlu bicara, gue dalam masalah yang sangat berat, cuma loe yang gue percaya buat denger, buat kasih gue saran dan support" kata suara dari seberang sana. "gimana ya?.." belum sempat aku menjawab sempurna dia memotong "please gue kalut banget nich..." suaranya terisak. "iya iya..." kataku terpaksa melihat situasinya gak memungkinkan jawaban lain.
terus terang aku malas meladeni keluhan sahabat satu ini karena:
  1. dia bisa mendengar banyak masukan dengan khusuk serta derai air mata, tapi ujung-ujungnya selalu balik lagi ke perilaku semula. perilaku yang mengantarkannya pada masalah yang dia keluhkan.
  2. nah yang kedua ini yang kutakut, napa ya setiap kali aku berbagi pendapat atau nasihat dengan sahabat yang dalam masalah (dimana aku harus memberikan pandangan, saran-saran dan nasihat-nasihat tentang harus bagaimana menghadapi masalah itu)... tak lama setelah itu aku dalam masalah yang sama peliknya dengan sahabatku itu, bahkan kadang jauh lebih berat. disana aku "dipaksa" untuk dapat melaksanakan apa-apa yang telah aku katakan.

makanya jika tak terpaksa banget aku tak lagi menerima "konsultasi" dari siapapun. aku lebih suka menyarankan sahabat itu mencari orang yang lebih cocok. bahkan dalam obrolan dan tukar fikiran biasa pun aku sangat menjaga untuk tak memberikan saran dan nasihat dan juga komplain terhadap apa dan siapapun (meski dalam hati). Karena komplain pun berefek hampir sama. napa juga ya tiap "nyela" satu keadaan gak lama setelah itu, aku yang dalam keadaan itu, dan setengah mati keluar darinya.

.
Apa i'tibarnya?
  1. pertama jelas jangan mengatakan apa-apa yang tidak dikerjakan karena besar kemurkaan Allah terhadap orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dia laksanakan. jadi kudu bisa melakukan apa-apa yang dikatakan, jika sudah mengatakan harus bisa dibuktikan.
  2. "jangan merasa lebih baik dari siapapun" "jangan memandang remeh apalagi rendah siapapun". meski bisa jadi kemunkaran yang hebat dilakukan seseorang, tapi rendahkan keburukan dan kemunkaran itu sendiri, bukan orangnya. terhadap orangnya tetaplah berbelas kasih, rasakan kemalangannya adalah kemalanganmu sendiri. sehingga usaha-usaha penyadaran yang dilakukan berbasis rahmah dan bil hikmah. tapi bukan berarti mesti menyerah dengan dalih kasihan jika memang hukum harus ditegakkan terhadapnya.

Tuesday, August 01, 2006

cinta lagi

Cintailah apapun dan siapapun sesukamu, tapi ingatlah satu saat engkau akan berpisah dengannya. Jika bukan dia yang meninggalkanmu, maka engkau yang akan meninggalkannya. Maka milikilah batas kecintaan, jangan melampaui batas karena begitu batas itu terlampaui maka akan bersifat destruktif.
Bukan tidak boleh mencintai, bahkan mencintai merupakan kewajiban, merupakan hal yang diperintahkan (kutipan hadist di atas pun memerintahkan, cintailah…). Cintailah apapun dan siapapun. Cintailah saudaramu seperti mencintai diri sendiri karena “tidaklah sempurna iman seseorang hingga mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri”. Cintailah apa yang ada di bumi (bahkan tumbuhan, hewan dan mahluk tak bernyawa), niscaya engkau akan dicintai oleh yang ada di langit. Semakin besar kasih sayang kita, semakin tinggi kualitas kemanusiaan kita. Semakin luas kasih sayang kita, semakin lapang kehidupan kita. Semakin tak membeda-bedakan dan pilih-pilih kita menyayangi semakin tuluslah kasih sayang itu.
Stressing berikutnya adalah, ingat kasih sayang dengan mahluk itu tak abadi jika tidak dinisbahkan kepada Yang Maha Abadi. Kasih sayang itu akan abadi jika diikat kepada Yang Abadi. Kasih sayang itu menjadi bernilai ukhrawi jika dibingkai dalam cinta Ilahi, sebagai refleksi kecintaan kita kepada Ilahi, Sang Maha Mencintai.
Jika tidak, maka kasih sayang itu, akan cepat berlalu, akan segera sirna, akan mudah terkikis waktu. Jika pun demikian menggebu di dunia, tak menyisakan apa-apa ketika kematian menjemput yang dicintai menuju kehidupan abadi. Dan hilang sempurna ketika yang mencintai pun akhirnya menyusul.
Contoh cinta-cinta destruktif bertebar di mana-mana. Jumlah kehamilan di luar nikah yang tinggi diikuti tingkat aborsi yang tinggi adalah contoh akibat cinta yang bersifat destruktif. Tingkat patah hati dan frustasi yang tinggi juga tanda cinta itu tak terikat kuat pada Yang Maha Mencintai, bahkan beberapa yang diikuti tindakan lanjutan berupa bunuh diri menjadikan cinta itu sangat destruktif. Dalam sejarah, perang-perang besar pun ada yang terpicu karena pemujaan terhadap cinta an sich. Dan contoh kontemporer saat ini adalah tingkat korupsi yang begitu tinggi di Negara kita tercinta. Ini juga akibat cinta berlebihan kita terhadap kehidupan dunia berikut kesenangan dan kemewahannya, uang sebagai representasinya. Hutan-hutan alam hancur, kerusakan lingkungan, bencana alam semisal banjir bandang, hutang luar negeri yang tak juga teratasi, infrastruktur yang tak juga memadai, pertumbuhan ekonomi yang rendah, persenjataan TNI yang out of to date, prestasi olahraga yang jauh tertinggal, kesenjangan yang ditandai jumlah penduduk miskin yang berbanding terbalik dengan jumlah penjualan barang mewah semisal mobil dan apartement, adalah efek domino dari korupsi sebagai akibat kecintaan yang tidak bernilai ukhrawi, cinta yang destruktif. Sejak di dunia sudah merusak, apalagi di akhirat. Tapi ya semua peringatan tak ada artinya karena sawaaun alaihim aandzartahum al lam tundzirhum laa yu’minun, khatama ala qulubihim wa ala samihim wa alaa abshaarihim ghisawatun walahum adzabun aliim. Telah tertutup telinga, mata dan hati kecuali oleh adzab yang pedih (di alam kubur dan akhirat).