kedudukan perasaan
banyak tanya
kita telah dilengkapi dengan potensi kebaikan (taqwa) dan potensi keburukan (fujur)
sungguh-sungguh
aku sudah mendengar keluhanmu
bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu sangat baik bagimu, bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu sangat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak.
Allah melapangkan dan menyempitkan siapa yang dikehendaki-Nya, merendahkan dan meninggikan siapa yang dikehendaki-Nya, memuliakan dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah berkehendak, tak satu dapat mencegah kehendaknya.
mintalah tolong kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. jika kamu ditimpa sesuatu jangan katakan "jika aku melakukan begini tentu tidak akan jadi begitu" tapi katakanlah "itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya. sebab kalimat "seandainya..." itu akan membuka pintu bagi setan.
ketika kita tak puas dengan suatu kejadian, bukankah kita telah tidak puas dengan ketentuan-Nya, tidak rela Dia sebagai penguasa tunggal semesta?. coba lihat Rasulullah tak pernah marah kepada khadamnya Anas ra apapun yang pelayanan yang diberikan Anas untuk Rasulullah. semua terjadi atas takdir Allah, haruskah aku marah dengan takdir-Nya?
ada tiga hal yang tak mungkin terhindar yakni, iri, curiga dan sebal. ketika iri jangan meronta, ketika curiga jangan cari-cari bukti dan ketika sebal tinggalkanlah, begitu resep Rasulullah. jangan meronta, tausiyah diri tentang useless dan merusaknya iri, jangan biarkan tumbuh jadi dengki, habisi sedari kecil. betapa iri merusak diri, tak merubah apapun iradah-Nya.
irihati dalam kadar tertentu dan tempat tertentu bisa saja positif, iri dengan kebajikan-kebajikan. terhadap orang kaya yang dermawan, terhadap orang berilmu yang alim, terhadap ahli ibadah yang wara dst. iri, keinginan untuk dapat menjadi seperti itu.
jika melulu berfikir tentang sesuatu yang tidak ada pada kita (ada pada orang lain), kebahagiaan akan menguap dari diri kita. tak dapat kita melihat anugerah yang kita terima, takkan ada rasa syukur dari diri kita.
kesabaran itu mulia, Allah bersama orang yang sabar, Allah mencintai orang yang sabar, balasan bagi orang yang sabar tanpa batas, luar biasa!. bukankah di kesulitanlah tempat sabar? sulit menampik goda (sabar dari maksiat) sulit ibadah istiqomah (sulit untuk taat) dan sulit menghadapi masalah (sabar menghadapi kesempitan).
hikmah, ketahuilah adalah sesuatu yang lebih baik dari sekedar yang kita harapkan sebelumnya, yang terjadi setelah kejadian buruk yang tidak kita harapkan (semisal hikmah tertinggal kendaraan sehingga tidak bisa ikut ujian, eh ternyata selamat dari kecelakaan yang dialami kendaraan tersebut).
adakah yang lebih baik dari semakin dekat dengan Allah, hati semakin khusuk, semakin intens ikhsan kepada Allah?. maka jadikan kesulitan sebagai sarana sabar, sebagai jalan meraih hikmah.
hidup demikian singkat, jangan rusak kedamaiannya, jangan usik ketentramannya. jangan biarkan apapun mengusik dzikrullah, jangan usik keyakinan dan kerinduan bertemu dengan-Nya, jangan usik keridhoan kita terhadap apapun qadha dan iradah-Nya.
karena demikian singkat, hidup terlalu berharga untuk dipakai berleha-leha ataupun bermuram durja. terlalu berharga untuk diisi dengan kemarahan dan kebencian. terlalu berharga untuk diisi dengan kedurhakaan dan dosa.
sekarang ayo sama-sama kemas segala problematika kita dan adukan pada-Nya. susun pengharapan kita dan panjatkan pada-Nya. jangan lupa akui semua dosa-dosa kita dan mohon ampun pada-Nya. tak ada yang dapat mengampuni, tak ada yang dapat melindungi, tak ada yang dapat memberi kekuatan, tak ada yang dapat memenuhi kebutuhan selain Allah.
idza azamta fatawakkal alallah...
bagaimana sahabat? tak ada yang tak selesai jika kembali kepada-Nya bukan?