sahabatsemua

Thursday, April 27, 2006

kedudukan perasaan

kita adalah sesempurna mahluk
disempurnakan kejadian kita
fii ahsani taqwim... dalam sebaik baik bentuk
diilhamkan kepada kita segala sarana dan potensi untuk mempertahankannya
agar tak tergelincir kepada asfala saafiliin... seburuk-buruk keadaan mahluk
.
ada potensi tauhid, ada potensi taat, ada potensi sabar dan syukur, ada potensi untuk tau diri dan rendah hati, ada potensi ahlakul karimah, ada segala potensi untuk taqwa.
.
ada potensi iri, ada potensi sombong, ada potensi amarah, ada potensi tinggi diri, ada potensi rakus, ada potensi hawa nafsu, ada segala potensi perasaan untuk bertindak fujur.
.
semua potensi itu berguna. potensi fujur berguna untuk dikendalikan sebagai pembuktian ketaatan kita kepada Allah, bukti bahwa Allah tuhan kita, bukan hawa nafsu dan perasaan kita sebagai tuhan. potensi taqwa tentu merupakan anugerah tak terkira, karena kemuliaan seorang hamba tergantung tingkat ketaqwaannya, seberapa intens dia mengembangkan potensi taqwa itu.
.
mengembangkan potensi taqwa tanpa ada potensi fujur pastilah tak sulit seperti dilakukan malaikat. tapi betapa sulit (sehingga begitu sedikit) yang bisa mengembangkannya jika dalam saat yang sama harus menundukkan dan mengendalikan potensi fujur.
.
tapi telah ada contoh sempurna bagaimana potensi fujur pun dapat diarahkan untuk taqwa. bagaimana iri dikendalikan sehingga hanya iri kepada orang kaya yang dermawan atau orang berilmu yang alim (mengamalkan ilmunya), itupun dibatasi sebagai "ingin" menjadi seperti itu, bukan tak suka nikmat ada pada orang lain apalagi ingin nikmat itu hilang dari orang lain. perasaan benci, diarahkan hanya benci kepada kefasikan dan kemungkaran sehingga sungguh-sungguh menjauh kepadanya. dst.
.
tapi perasaan-perasaan "baik" pun mesti didedikasikan untuk-NYa karena tidaklah kita diciptakan kecuali untuk beribadah, karena kita diturunkan ke bumi untuk menguji siapa di antara kita (hamba-hamba-Nya) yang paling bagus amalnya, karena kita diturunkan ke bumi untuk menguji siapa yang sungguh beriman, yang sungguh menuhankan Allah.
.
cinta, kasih sayang misalnya. mestilah ikut apa yang Dia tetapkan. kecintaan terbesar seorang mukmin adalah kecintaan kepada Allah "amat sangatlah kecintaan mereka kepada Allah". bergetar hati mereka jika disebut nama Allah. senantiasa hati mereka teringat kepada Allah dan lisan mereka banyak menyebut nama Allah. cintailah apa yang di bumi, maka engkau akan dicintai oleh yang di langit. tidaklah sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri.
.
cinta (hubb) ini universal, yang berarti umum "suka". namun cinta ini berjenis-jenis. cinta kepada anak, cinta kepada tetangga, cinta kepada orang tua, cinta kepada sahabat, cinta kepada saudara, cinta kepada kekasih, cinta kepada suami/istri, cinta pada kedamaian, cinta kepada kebenaran, sampai cinta kepada benda. maka "hubb" ini menjadi cinta jika dinisbahkan kepada Allah, dilakukan dan diperturutkan karena Allah sebagai Cinta yang tunggal.
.
cinta yang tunggal.
tak mengurangi kekuasaan dan kemuliaan-Nya jika seluruh manusia ingkar kepada-Nya. tak menambah kemuliaan apapun jika seluruh manusia beriman. tak ada pengaruh bagi-Nya jika hamba membalas atau tidak nikmat-Nya. pengaruh itu (cinta atau murka-Nya) akan dirasakan manusia sendiri.
coba lihat kasih manusia paling tulus, kasih orang tua kepada anak. tak mengharap balas jasa, tapi jika sang anak menderita dia akan ikut menderita dan jika si anak bahagia dia akan ikut bahagia. secara tidak langsung ketika dia berusaha membahagiakan anak, dia tengah berusaha membahagiakan dirinya sendiri.
.
dalam konteks ibadah, kasih sayang kepada anak jika semata mengikuti naluri tidaklah sebagai ibadah. itu memiliki nilai ibadah jika dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah memerintahkan untuk menyayangi dan bertanggungjawab kepada segala kebutuhan sang anak untuk menemukan "iman"nya. naluri sayang kepada anak jika membuat orang tua tak berani melarang sang anak dari yang salah menjadi kontra produktif. jika membuat orang tua berani melanggar perintah Allah untuk mencuri/korupsi karena ingin melimpahi anak dengan materi menjadi kontra produktif. bukanlah cinta namanya.
cinta bisa dikatakan cinta jika dinisbahkan kepada Allah dengan kadar yang tepat.
.
coba kita simak legenda seorang raja yang tertarik dan jatuh hati kepada kepada kecantikan istri perwiranya. dia mengatakan "aku falling in love" lalu melakukan tindakan untuk mewujudkan kecintaannya itu. bukankah itu gila? bisakah itu disebut cinta?. banyak terjadi seorang mencintai suami/istri orang lain, mencintai teman, mencintai saudara, bahkan mecintai anak dengan kecintaan seperti ini. bisakah ini disebut cinta?. perasaan "falling in love" kepada lawan jenis tidaklah salah, tapi harus dikendalikan, harus diarahkan dan dapat disebut sebagai ibadah jika ditumpahkan kepada suami/istri. kecintaan ini justru wajib ada dalam pernikahan, salah jika menganggap istri/suami sebagai teman saja tanpa perasaan cinta ini. sebaliknya tanpa ikatan pernikahan, perasaan ini mesti diabaikan, jika tidak ya akan banyak patah hati bahkan rusaklah tatanan kehidupan jika diikuti.
cinta bisa disebut cinta jika bentuknya tepat, sesuai dengan true relation yang yang ada.
.
maka ketika beberapa orang sahabat lawan jenis menanyakan "bagaimana perasaanmu kepadaku?" aku jawab "aku sayangi engkau sebagai sahabatku". ketika dia kejar "tak ada perasaan cinta?" aku jawab "kucintai engkau sebagai sahabatku". ketika dia bertanya kembali "lalu apa arti perhatianmu kepadaku?" aku jawab "itulah kewajiban seorang yang mencintai". ketika dia bertanya "tidak fahamkah engkau dengan perasaanku?" aku jawab "aku mencintaimu seperti mencintai sahabatku yang lain. aku berusaha tak berharap pamrih darimu, tak juga berharap kesan baik darimu. pamrihku satu ingin melihatmu bahagia, karena itu akan membahagiakanku pula. aku memahami perasaanmu, tapi mari kita bicara sedikit tentang konsep cinta, semoga engkau memahami pula bagaimana perasaanku". lalu aku ajak dia diskusi tentang konsep cintaku di atas, tentang bagaimana perasaan mesti ditempatkan.
.

Tuesday, April 25, 2006

tak ada kerancuan bagiku

banyak tanya
banyak duga
banyak rumors
banyak keheranan
banyak hipotesa
banyak penasaran
banyak kebingungan
banyak terka menerka

tapi bagiku tak ada yang rancu
biarpun penjelasanku tak juga diterima (difahami)
tak mengapa karena aku memahami mereka

aku ikut maumu
karena aku yakin itu terbaik dari-Nya
dan aku tak pernah berusaha melawan mau-Nya
bukan mauku yang akan terjadi
tapi mau-Nya

percayalah tak ada getir barang sedikit atas keadaan ini
karena aku lebih suka menangisi dosa dan kesalahanku
dibanding menangisi tak sesuainya keadaan dengan mauku
dosa dan salahku terlalu getir untuk dapat mengecap getir yang lain

aku menghormatimu
aku mendapat banyak hikmah darimu
tak pernah aku bisa memberi
seperti yang telah kudapatkan darimu

aku hanya pastikan
engkau senantiasa ada dalam doa-doaku
doa yang terucap dengan cinta
kepada Yang Maha Mencinta

Thursday, April 20, 2006

peperanganku

kita telah dilengkapi dengan potensi kebaikan (taqwa) dan potensi keburukan (fujur)
senantiasa terjadi peperangan antara keduanya
peperangan itu terjadi dalam diri sendiri

tidak pernah ada yang lebih membahayakan diri kita
selain perbuatan diri kita sendiri
perasaan-fikiran-perkataan-tindakan kita yang dibenci Allah
itulah yang paling membahayakan

antara memaafkan atau terkuasai amarah
antara memaafkan atau menyimpan sakit hati
antara memaafkan atau membalas
antara memaafkan atau tak memahami latar belakang
antara memaafkan atau tak dapat memaklumi alasan

antara bersabar atau berkeluh kesah
antara bersabar atau putus asa
antara bersabar atau tergoda
antara bersabar atau ikut arus
antara bersabar atau berhenti berusaha
antara bersabar atau terprovokasi

tak pernah prasangka orang membahayakan kita
tak pernah tudingan orang membahayakan kita
tak pernah cacian orang membahayakan kita
bahkan tak pernah fitnahan orang membahayakan kita
semembahayakan perbuatan fujur kita...

meski penilaian-penilaian orang perlu diwaspadai
tapi fokuslah dalam diri sendiri
fokuslah dengan kesalahan diri sendiri
fokuslah dengan peperangan dalam diri sendiri
karena sungguh itulah yang lebih membahayakan

anggapan orang jika kita tak ikhlas dan penuh pamrih
tak semembahayakan jika kita memang tak ikhlas dan penuh pamrih
so
tak ada arti anggapan orang bahwa kita tak ikhlas dan penuh pamrih
jika kita bertindak ikhlas dan tanpa pamrih

Wednesday, April 12, 2006

sungguh-sungguh

sungguh-sungguh
barang siapa bersungguh-sungguh menuju Allah, akan sampai kepada Allah yang dituju
sungguh-sungguh
adalah keharusan untuk sampai tujuan
sungguh-sungguh
adalah kunci untuk membuka pintu kebuntuan
sungguh-sungguh
adalah kendaraan untuk mendaki gunung kesulitan
sungguh-sungguh
akan mengantar pada hamparan kemudahan
sungguh-sungguh
akan menjadikan kita berhamba dengan istiqomah

Wednesday, April 05, 2006

muhasabah

aku sudah mendengar keluhanmu
aku sudah mendengar kesulitanmu
aku sudah mendengar kekesalanmu
aku sudah mendengar rasa tidak puasmu
aku sudah mendengar kegalauanmu
aku sudah mendengar seluruh isi hatimu
aku tahu apa yang menyesakkan dadamu
aku tahu sakit di hatimu

ayo katakan saja lagi jika kamu belum puas dan merasa aku tak cukup tahu. ayo bicaralah selama dan sepanjang yang kamu mau. aku takkan bosan.
sekarang mari sama kita lihat:
.
apapun bisa lepas dan hilang, tapi pastikan keyakinan dan semangat tetap melekat kuat dalam dirimu. karena ketika itu lepas, apa yang dapat dilakukan? apalagi yang tersisa?. sebaliknya dengan itu apapun bisa diatasi dan diraih.

bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu sangat baik bagimu, bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu sangat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak.

Allah melapangkan dan menyempitkan siapa yang dikehendaki-Nya, merendahkan dan meninggikan siapa yang dikehendaki-Nya, memuliakan dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah berkehendak, tak satu dapat mencegah kehendaknya.

mintalah tolong kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. jika kamu ditimpa sesuatu jangan katakan "jika aku melakukan begini tentu tidak akan jadi begitu" tapi katakanlah "itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya. sebab kalimat "seandainya..." itu akan membuka pintu bagi setan.

ketika kita tak puas dengan suatu kejadian, bukankah kita telah tidak puas dengan ketentuan-Nya, tidak rela Dia sebagai penguasa tunggal semesta?. coba lihat Rasulullah tak pernah marah kepada khadamnya Anas ra apapun yang pelayanan yang diberikan Anas untuk Rasulullah. semua terjadi atas takdir Allah, haruskah aku marah dengan takdir-Nya?

ada tiga hal yang tak mungkin terhindar yakni, iri, curiga dan sebal. ketika iri jangan meronta, ketika curiga jangan cari-cari bukti dan ketika sebal tinggalkanlah, begitu resep Rasulullah. jangan meronta, tausiyah diri tentang useless dan merusaknya iri, jangan biarkan tumbuh jadi dengki, habisi sedari kecil. betapa iri merusak diri, tak merubah apapun iradah-Nya.

irihati dalam kadar tertentu dan tempat tertentu bisa saja positif, iri dengan kebajikan-kebajikan. terhadap orang kaya yang dermawan, terhadap orang berilmu yang alim, terhadap ahli ibadah yang wara dst. iri, keinginan untuk dapat menjadi seperti itu.

jika melulu berfikir tentang sesuatu yang tidak ada pada kita (ada pada orang lain), kebahagiaan akan menguap dari diri kita. tak dapat kita melihat anugerah yang kita terima, takkan ada rasa syukur dari diri kita.

kesabaran itu mulia, Allah bersama orang yang sabar, Allah mencintai orang yang sabar, balasan bagi orang yang sabar tanpa batas, luar biasa!. bukankah di kesulitanlah tempat sabar? sulit menampik goda (sabar dari maksiat) sulit ibadah istiqomah (sulit untuk taat) dan sulit menghadapi masalah (sabar menghadapi kesempitan).

hikmah, ketahuilah adalah sesuatu yang lebih baik dari sekedar yang kita harapkan sebelumnya, yang terjadi setelah kejadian buruk yang tidak kita harapkan (semisal hikmah tertinggal kendaraan sehingga tidak bisa ikut ujian, eh ternyata selamat dari kecelakaan yang dialami kendaraan tersebut).

adakah yang lebih baik dari semakin dekat dengan Allah, hati semakin khusuk, semakin intens ikhsan kepada Allah?. maka jadikan kesulitan sebagai sarana sabar, sebagai jalan meraih hikmah.

hidup demikian singkat, jangan rusak kedamaiannya, jangan usik ketentramannya. jangan biarkan apapun mengusik dzikrullah, jangan usik keyakinan dan kerinduan bertemu dengan-Nya, jangan usik keridhoan kita terhadap apapun qadha dan iradah-Nya.

karena demikian singkat, hidup terlalu berharga untuk dipakai berleha-leha ataupun bermuram durja. terlalu berharga untuk diisi dengan kemarahan dan kebencian. terlalu berharga untuk diisi dengan kedurhakaan dan dosa.

sekarang ayo sama-sama kemas segala problematika kita dan adukan pada-Nya. susun pengharapan kita dan panjatkan pada-Nya. jangan lupa akui semua dosa-dosa kita dan mohon ampun pada-Nya. tak ada yang dapat mengampuni, tak ada yang dapat melindungi, tak ada yang dapat memberi kekuatan, tak ada yang dapat memenuhi kebutuhan selain Allah.

idza azamta fatawakkal alallah...

bagaimana sahabat? tak ada yang tak selesai jika kembali kepada-Nya bukan?

Monday, April 03, 2006

jangan dekati

jangan dekati
itu adalah resep terbaik untuk selamat
jangan dekati
itu adalah cara paling tepat agar terhindar
jangan dekati
itu adalah metoda tercerdas
jangan dekati
itu adalah jalan paling aman
.
jangan dekati keburukan
karena jika telah terseret arusnya
karena jika telah tenggelam di dalamnya
karena jika telah terlilit pusarannya
sungguh "nyaris mustahil" untuk keluar darinya
hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan
.
ketika seorang hidup dari harta hasil korup
yang memenuhi kebutuhan hidupnya
yang memungkinkannya memiliki rumah dan mobil mewah
yang membuatnya dapat banyak memberi pada handai taulan
yang membawanya pada status terpandang di masyarakat
lalu
betapa muskilnya meninggalkan semua kesejahteraan yang selama ini dinikmati itu. sebesar dan sekuat apakah keberanian yang harus dimiliki untuk dapat mengembalikan hasil korupnya. sungguh betapa beratnya seandainyapun dalam dirinya masih ingin menempuhi jalan lurus. dan lebih mustahil jika dia telah gembira dengan hasil-hasil kecurangannya itu.
.
seorang yang keranjingan judi
yang selalu menyempatkan diri untuk melakukannya
yang mempertaruhkan peruntungannya di meja judi
yang luar biasa penasaran ketika kalah
dan melambung harapannya jika menang
yang selalu ingin kembali ketika menang ataupun kalah
betapa sulitnya kembali dari keranjingan seperti itu
.
seorang yang zina
yang terlalu biasa berzina sehingga tak lagi berfikir itu salah selama dilakukan suka sama suka
yang tak terfikir bahwa itu merugikan diri dan lingkungannya
yang justru mau "berkorban" untuk memuaskan syahwatnya
betapa tak terkira perjuangan yang harus dilakukan untuk menghentikan itu semua
.
jangan cela mereka,
karena bisa jadi kita tak melakukan hanya karena tak ada kesempatan
jangan cela mereka,
karena keberuntungan sajalah yang membuat kita tak seperti mereka
jangan cela mereka,
karena ketika mereka dapat "kembali" itu bukti nyata bahwa mereka begitu hebat karena dapat keluar dari sesuatu yang kita sendiri mungkin tak dapat lepas jika merada di posisi yang sama
.
celalah perbuatan mereka
dengan tak melakukannya
dengan selamatkan diri dari perbuatan tersebut
dengan menyingkir dari perbuatan itu sejauh-jauhnya
dengan tak mendekati perbuatan itu sama sekali
karena dengan mendekati
sedikit demi sedikit kita akan terseret
terseret dalam apologi dan permisivism
yang lalu jika sudah tenggelam dan terlilit pusarannya
nyaris tak ada celah kita kembali
sekali lagi
jangan dekati
.

logika berfikir sehat

percuma puasa jika masih juga membicarakan kejelekan orang
so
agar tidak percuma maka hentikanlah pembicaraan itu
sesali, mohon maaf pada yang dibicarakan, iringi kesalahan dengan melakukan lebih banyak kebajikan. mohon ampun pada Allah atas kekhilafan, dan lanjutkan puasanya.
jangan hentikan puasanya dan meneruskan pembicaraan itu.
begitulah logika berfikir sehat
.
percuma rajin ibadah jika masih saja korupsi
so
agar tak percuma maka hentikan korupsinya.
sesali, kembalikan harta haram, bersihkan harta halal dengan sedekah, istighfar mohon ampun pada-Nya. lanjutkan ibadah, akan terasa lebih mudah bahkan nikmat. jangan menunda ibadah karena belum bisa berhenti korupsi.
begitulah logika berfikir sehat.
.
kata "percuma" lebih karena perbuatan yang disebutkan belakangan itu demikian buruk, dibenci dan merusak. merusak kebajikan-kebajikan yang dilakukan, dan merusak tatanan kehidupan harmonis yang disyariatkan. kata "percuma" lebih kepada memberi motivasi agar kita meninggalkan keburukan-keburukan itu sejauh-jauhnya...
.
.

Sunday, April 02, 2006

sulit?

sulit berarti bisa, namun dengan usaha ekstra
sulit berarti tidak bisa hanya untuk orang yang tidak mau sulit
tak semua orang mau sulit
mereka memakai sulit sebagai apologi bagi kegagalan atau ketidakmampuan
.
maka ketika menemukan kesulitan
kuatkan tekad,
berdoalah, mintalah kekuatan pada-Nya
berpasrahlah kepada-Nya
lalu
atasi kesulitan itu, lawan kesulitan itu
.
yakinlah
tak pernah Dia memberikan kesulitan di luar kemampuan kita. kita telah dilengkapi dengan kepampuan untuk mengatasi kesulitan itu. jika tidak teratasi, sungguh hanya karena kita tidak menggunakan potensi dan kemampuan yang telah Dia berikan.
sekali lagi, memang perlu usaha ekstra
bukan dengan berleha-leha dan memperturutkan kemalasan
.
sesungguhnya di dalam setiap kesulitan ada kemudahan
sesungguhnya di dalam kesulitan ada kumudahan
.
sesugguhnya
setelah kesulitan itu ada dua kemudahan
.
sesungguhnya
kemudahan itu didapat dengan kesulitan
kemudahan ilmu didapat dengan kesulitan belajar
kemudahan harta didapat dengan kesulitan kerja keras
kemudahan ibadah didapat dengan kesulitan melawan kemalasan dst
.
maka
bergembiralah ketika menemukan kesulitan
paling tidak
bersemangatlah mengatasinya
karena di balik kesulitan itu ada kemudahan...