sahabatsemua

Monday, January 15, 2007

Inilah jalan itu...

Selalu kukatakan “inilah jalan itu”, jalan yang selalu dicari setiap orang, jalan yang selalu diperjuangkan setiap orang. Jalan kedamaian dan kebahagiaan, jalan menuju-Nya. Ada banyak jalan memang, tapi ini seperti jalan tol, jalan terlurus dan tersepat kepada-Nya.
.
Begitulah selalu kukatakan “inilah jalannya” setiap kutemui kesulitan. Kesulitan apapun, kesulitan sebesar apapun, kesulitan atas apapun, kesulitan menghadapi siapapun. Di pagi hari atau sore hari, di siang bolong atau di malam gulita, di kesendirian atau di keramaian, di rumah atau di jalanan, di rantau atau di kampung halaman, serumit apapun, selalu kukatakan “inilah jalannya”. Ketika kesulitan mengatasi perasaan, ketika kesulitan menenangkan hati yang bergolak, ketika kesulitan menepis goda, ketika kesulitan menyelesaikan kerja, ketika kesulitan mengajak diri istiqomah, ketika kesulitan membujuk diri untuk bersabar dan tenang, ketika kesulitan menahan amarah, ketika kesulitan menundukkan pandangan, ketika kesulitan mengatasi emosi, ketika kesulitan konsentrasi hanya kepada-Nya, selalu kukatakan “inilah saatnya”. Ketika kesulitan datang di atas kesulitan, ketika kesulitan yang lebih besar datang persis di waktu kesulitan lain sedang memuncak, ketika kesulitan satu bersatu dengan kesulitan lainnya, ketika kesulitan yang satu berkolaborasi dengan deretan kesulitan lainnya…
.
Maka selalu kuajak engkau tersenyum, karena inilah jalan itu. Inilah saat dimana pintu-pintu kemudahan dibuka, inilah tempat dimana doa-doa dikabulkan, inilah tanda waktu pertolongan-Nya telah semakin dekat, inilah saat membuktikan Allah lah tuhanmu, inilah moment kemuliaan berada. Tabahlah, sabarlah, bahkan rela dan ridhalah.
.
Biarkan sosok itu berjalan tepat di hadapanmu, tak ada yang menghalangimu untuk merintih pada-Nya. Terimalah kenyataan itu, senyumlah dalam moment itu, berterimakasihlah pada-Nya atas hal terbaik itu. Engkau boleh jadi menangis, tak ada yang melarang itu, Dia mendengar segala kesahmu yang tak terucap sekalipun, dan Dia menyukai airmatamu yang hanya kepada-Nya. Sisipkan seuntai doa tertulusmu untuknya, ucapkan dengan segenap kecintaan, “teriakkan” doa itu dalam jiwamu moga Dia mencintainya, menuntunnya untuk selalu melakukan apa yang Dia cintai, membuatnya semakin cinta pada-Nya, dan membuat Dia pun mencintainya… sampailah pada cinta tanpa pretensi…
.
sekarang saatnya bangun malam dengan taratur. Tak apa motifmu masih “ingin selesainya segala kesulitan”. Anggap saja beginilah cara Dia menggiringmu ke lautan cinta. Sebelum kamu membutuhkan itu karena memang begitu dahsyat kenikmatannya.
.
Maka tersenyumlah karena “inilah jalan itu”…

0 Comments:

Post a Comment

<< Home