kuat
orang kuat bukanlah orang yang kuat bergulat
orang kuat bukanlah orang yang pandai bersilat
orang kuat adalah orang dapat menahan amarah
orang yang dapat mengendalikan diri ketika marah
.
hal yang tak disukai tidak lantas membakar amarahnya
amarah tak lantas menghanguskan pengendalian dirinya
amarah tidak merusak ketenangannya
amarah tidak mengganggu logika berfikirnya
amarah tidak menyeretnya kepada kekejian syetan
bukankah amarah hanya melahirkan
ucapan kotor, kata-kata menyakitkan, tindakan kasar yang semua hanya menyisakan puing-puing sakit hati yang memunculkan kebencian dan dendam...
.
kekuatan itu
kekuatan menahan amarah
didapatkan dari kecintaan
.
seorang ibu tak suka hal kotor
tapi ketika anaknya mengompol bahkan b.a.b
(sesuatu yang kotor dan tidak dia suka)
tidaklah si ibu terbakar amarah
tapi bukan berarti si ibu suka dengan kekotoran
si ibu memahami si anak belum mampu berseka sendiri
si ibu dengan ringan membersihkan
dan dengan kecintaan si ibu membimbing dan mendidik anaknya agar dapat mandiri menjaga kebersihan dirinya...
.
kecintaan kepada Allah adalah peredam kemarahan
(bahkan peredam segala gejolak)
tidaklah ada yang lebih manis selain kemarahan yang ditelan (tidak dimuntahkan) karena Allah. kecintaan membuat kita dapat memahami mengapa orang lain berlaku begini begitu. tidak kita permisive dengan kesalahan, tidak kita toleran dengan kebatilan, tapi kita akan sanggup memperbaiki semua itu dengan kasih sayang. kita tak akan berputus asa memperbaiki meski tak jua perbaikan itu dapat kita wujudkan. kita akan terus memperbaiki tanpa kehilangan kedamaian.
.
tapi
bukankah kita harus benci kepada kedurhakaan, kefasikan, kedzaliman dsj?
ya harus benci, demikian bencinya kita kepada keburukan sehingga kita tidak boleh membiarkan diri kita mendekati apalagi melakukan. kita tegakkan aturan dan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelanggar syariat dan aturan, karena memang demikianlah cara berkasih sayang. tapi kita lakukan itu semua dengan kecintaan.
kecintaan adalah kekuatan
