sahabatsemua

Monday, November 06, 2006

beranilah

Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Allah SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri.
Intinya: Berani, tak ragu dan penuh pengharapan.
Berani menjalankan keseharusan
Tak ragu karena penuh keyakinan dan
Penuh pengharapan karena Allah yang menjanjikan keberhasilan.

Resapilah keberanian ini.
Resapilah sehingga begitu jelas bentuknya dalam benak,
Resapilah sehingga begitu terasa dalam aliran darah.
Lalu begitulah implementasinya, senyata apa yang di benak dan dirasa.
Tidaklah atasan membuat segan dengan tetap menghormatinya, tidaklah pejabat membuat tertekan tanpa kehilangan respect terhadapnya, tidaklah polisi atau preman membuat takut meski tetap berhati-hati, tidaklah peliknya masalah-masalah membuat kecil hati meski tetap rendah hati dan penuh keyakinan bahwa Dia-lah yang dapat mengurai masalah itu, tidaklah harta yang dimiliki seseorang menyilaukan karena kesederhanaan yang dijalani Rasulullah lebih menyilaukan, tidaklah kecantikan atau ketampanan lawan jenis menggamangkan karena keyakinan atas kefanaan itu semua dan keyakinan atas kepastian-Nya. Sehingga muncul sikap-sikap elegan natural, santun dan rendah hati tanpa merendahkan diri, tegas tanpa kesombongan, berwibawa tanpa dibuat-buat, berani dan lugas tanpa menyakiti, ramah tamah tanpa menjilat, serba proporsional.

terimakasih sahabat

Terimakasih tak terhingga untuk sahabat terdekatku. Yang tak pernah mengingkari kepercayaan yang kuberikan. Yang pada akhirnya senantiasa dapat menjawab kepercayaan itu dengan memuaskan. Meski dalam prosesnya aku dibuat seolah “teraniaya”. Terimakasih untuk tetap di sampingku dalam hari-hari tersulitku. Terimakasih untuk tak meninggalkanku meski terus mendapat gerutuan dan protes-protes kerasku. Terimakasih telah begitu sabar tak meladeni amarahku. Terimakasih telah demikian telaten menghadapi kebodohanku. Terimakasih karena telah memahami aku apa adanya. Terimakasih atas keteguhanmu untuk tetap bersahabat denganku. Engkau adalah satu keajaiban-Nya untukku… alhamdulillah…

Sunday, November 05, 2006

fahamilah

Engkau telah mencari sekian lama
Kadang menyelinap rasa sepi di hatimu
Engkau telah mencari tanpa henti
Kadang engkau lelah…
tapi Fahamilah "Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, hingga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".

model-model idul fitri

idul fitri, kembali kepada fitrah
Setelah kekotoran dosa dicuci dalam ramadhan
Setelah kekurangan diperbaiki dalam ramadhan
Setelah kebajikan dibiasakan dalam ramadhan
Maka kembalilah kepada fitrah yang suci
Fitrah sebagai hamba, yang melulu mendedikasikan kehidupan untuk ibadah
Pasca ramadhan, tetap berpola hidup ala ramadhan
Menahan diri dari hawa nafsu
Hanya melakukan apa yang Allah mau
Gairah dan nikmat beribadah
Semangat melakukan kebajikan

Tapi…
Ada idul fitri model lain
Idul fitri lebih berarti sebagai kembali kepada fitrah (asal) sebelum ramadhan
Berpakaian tak lagi serapih ramadhan
Makan minum kembali sesuka-suka
Bicara kembali semaunya
Pandangan kembali tak terjaga
Ibadah kembali sesempatnya
Plus segala kebiasaan buruk sebelum ramadhan kembali dilakukan pasca ramadhan
Ini dia idul fttri yang bermakna kembali kepada “kebebasan” alias kembali memperturutkan hawa nafsu.

Ramadhan tak berbekas selain meninggalkan banyak tagihan lebaran
Ramadhan menguap tak menyisakan selain tumpukan toples dan piring kotor lebaran

tak pernah ada yang hilang

Banyak sudah yang terlewat, tak terhitung
Namun semua takkan kembali dengan meratapinya
Tapi bukan berarti tak penting lagi penyesalan
Penyesalan sebagai pintu taubat tak boleh tidak, harus ada!
Tapi jangan sampai terperangkap dalam sesal yang menjerat
Menjerat langkah maju ke depan
Menjerat langkah optimis dan menggairahkan
Menjerat perbaikan dan cerahnya masa depan
Sesal atas segala yang terlewat mestilah produktif dan konstruktif untuk masa kini dan yang akan datang.
Aku persis ada di sampingmu ketika kejadian dramatis itu menimpamu
Aku ingin katakan sesuatu padamu saat itu
Tapi engkau terlalu larut dalam drama itu, aku khawatir justru kontra produktif
Setelah kita lalui banyak hari yang semuanya mencatatkan dramanya sendiri
Aku ingin engkau mantap dengan pelajaran kehidupan yang membentang ini
Tak pernah ada yang hilang…
Karena memang tak ada eksistensi…

di mana tempatmu kini?

Dimana kamu sekarang?
Di persimpang jalan atau di tempat yang sangat jauh
Sangat jauh dari keseharusan
Sehingga begitu rentan
Mudah berduka, mudah kalut, mudah tergoda, mudah limbung, mudah terprovokasi, mudah lupa, lupa alpa, mudah goyah, mudah menangis yang bukan tempatnya.

Aku merindukanmu
Merindukanmu berada di tempat seharusnya
Yang damai, yang sejuk, yang tenang, yang hangat, yang inspiratif, yang antusiatif, yang stabil, yang motivatif, yang mantap lahir batin.

Aku menunggumu di tempat-tempat seharusnya
Di atas sajadah
Di dalam ruku dan sujud
Di dalam penjagaan wudhu
Di dalam keheningan qiyamul lail
Di dalam khalwat dan munajat kepada-Nya
Di dalam masyuk bersama firman-firman-Nya
Di dalam kegemaran memberi
Di dalam kelezatan menahan diri dalam shaum sunnah
Di dalam kecerahan wajah menghadapi siapa saja
Di dalam kerja ikhlas memenuhi kewajiban
Di dalam aktivitas tulus tak berpretensi penilaian baik
Aku menunggumu di tempat-tempat itu
Aku ingin kita selalu menyatu dalam muthmainnah-Nya
Jangan pernah pergi dari sana sahabatku
Jangan pergi ke tempat yang tidak menentramkan
Tempat yang meragukan
Yang menggamangkan
Yang senantiasa menyelipkan kegelisahan