sahabatsemua

Sunday, July 16, 2006

hakikat ilmu

Empty
Emptiness
Selalu demikian ujung perjalanan yang terjarak dari-Nya.
Meski perjalanan itu melalui tempat-tempat yang indah dan bersama seorang yang indah. Bahkan jikapun perjalanan itu perjalanan ruhani semacam umroh dan haji, perjalanan ibadah semacam shalat dan sedekah, perjalanan kebajikan semacam silaturahmi dan mencari nafkah. Jika terjarak dan tak terpenuhi dengan ihsan atas-Nya, tak terlalu bermanfaat. Bukankah telah bersabda baginda Rasul “Tidaklah shalat yang tak mampu mencegah perbuatan keji dan munkar selain menambah jauh dari Allah”.
Jadilah murid di sepanjang usia,
Pengetahuan bisa didapat dari mana saja, bukumu cukup banyak, toko buku dan perpustakaan terbuka kapan saja kamu mau, majlis-majlis taklim dengan guru berkualifikasi tinggi bisa kamu datangi setiap hari, alam terkembang melulu berisi pelajaran, tapi semua tak dapat menjadi ilmu sebelum dapat kamu amalkan. Amalan yang membuat kamu semakin khusuk (ihsan) kepada-Nya. Tak lagi merasakan kesepian di kesendirian, tak pernah pula gamang di keramaian, tak silau dengan kekayaan juga tak risau dengan kemiskinan. Ihsan yang membuat tak lagi beda cacian dan pujian, tak lagi kecewa ketika tujuan (antara) tak tercapai dan tak lagi berbangga ketika tujuan (antara) tergenggam. Dalil Quran tentang sabar bisa terkumpul dalam waktu singkat, hadist tentang sabar bisa terhimpun dengan cepat, contoh-contoh teladan sabar bisa sangat panjang kita dapatkan, namun ilmu sabar baru kita dapatkan ketika tak satu kesulitan pun membuat kita berkeluh, ketika tak satu penderitaan pun yang membuat sangka baik kita pada-Nya goyah, tak satu penantian pun yang membat kita resah, tak satu goda pun yang membuat kita terlena. Ketika emosi dan perasaan senantiasa terkendali, ketika ketekunan dan istiqomah senantiasa terjaga, barulah di sana kita memiliki hakikat ilmu sabar.
Benar belaka hakikat ilmu baru kamu ketahui ketika kamu mengamalkan.