sahabatsemua

Tuesday, August 15, 2006

sabar dari emosi

Ada tiga hal yang tak mungkin dihindari sama sekali, sekali waktu datang menghampiri. Pertama iri, kedua prasangka dan yang ketiga sebel. Jika datang iri jangan meronta, jika ada curiga jangan cari-cari bukti dan jika kesal dengan sesuatu tinggalkan saja (al hadist).
.
  • Jangan ekspresikan kekesalan, kemarahan, ketersinggungan, emosi dsj kepada orang lain, bahkan kepada yang bersangkutan sekalipun. Jika toh ada kekeliruan atau kesalahannya, biarlah anda bicara baik-baik dengannya setelah emosi anda reda. Bicaralah dengan hikmah, dengan welas asih.
  • Tak ada yang lebih manis selain segumpal kemarahan yang ditelan lillah. Kemampuan untuk mengekspresikan perasaan hanya kepada-Nya adalah salah satu wasilah untuk dapat senantiasa ingat kepada-Nya. Dzukirallaha qiyaman wa quudan wa ala junubihim… amin.
  • Jika kekesalan (kepada seseorang saja) tak perlu dikatakan kepada orang lainnya, apalagi hanya penilaian-penilaian dan hipotesa. Meski penilaian itu kita anggap sangat obyektif dan faktual, tapi percayalah anda menilai menggunakan fikiran dan perasaan anda (yang tak bisa lepas dari nilai-nilai subyektif).
  • Kekesalan, amarah, ketersinggungan, rasa terdzalimi, rasa diperlakukan tidak fair, rasa dicurangi dsj, hanya merusak diri sendiri. Melupakan dan memaafkan jauh lebih baik buat semuanya. Buat orang lain, dan terutama buat diri anda sendiri.
  • Bisa jadi orang tak bermaksud demikian, bisa jadi orang lain sedang dalam tekanan sehingga mudah meletup, bisa jadi orang lain berucap tanpa memikirkan (dia sendiri tak tahu efek ucapan dan sikapnya menyakitkan), bisa jadi dia telah menyadari dan menyesali serta mendoakan kebaikan untukmu, atau yang pasti dia segera sibuk dengan urusannya sendiri dan lupa dengan ucapan dan sikapnya pada anda, lalu kenapa juga anda repot memikirkan sesuatu yang dia sendiri sudah lupakan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home