senantiasa terbuka
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah dan harta kalian, tapi melihat kepada hati dan amal kalian. Maka sungguh dengan hati dan amal itulah engkau memiliki nilai di sisi-Nya. Hati yang khusuk, senantiasa merasa terawasi oleh Allah, bahkan senantiasa berkomunikasi dengan Allah, membuat jiwa muthmainnah. Teguh dalam setiap cobaan, lembut dan kasih sayang kepada sesama dalam setiap keadaan, serta dapat memaksimalkan kesempatan untuk melakukan kebajikan.
.
.
Seorang tukang ojek yang sedang mencari nafkah, menunggu penumpang dengan sigapnya menggeser motornya (yang ngetem di posisi yang sudah benar) guna memberi jalan lewat bagi pengguna motor lain ketika jalanan macet karena satu sebab. Pengguna jalan lain merasa plong tidak kesal menunggu, sangat berterimakasih kepada si tukang ojek. Bertemu tetangga sedang kusut karena suatu masalah, disapa dengan senyum ramah, ditegur dengan empati apa problemnya, sang tetangga langsung merasa “punya teman” dan merasa sedikit nyaman. Di jalan bertemu pengamen, limaratus rupiah sudah mengembangkan senyumnya. Di kantor gorengan limaribu perak sudah bisa dinikmati yang lain. Ehm gampang bener sih melakukan kebaikan. Demi Allah, senantiasa terbuka kesempatan untuk melakukan kebajikan, kesempatan yang akan dimanfaatkan oleh hati yang khusuk, yang ihsan kepada Allah. Melakukan dengan ketulusan, tanpa pertimbangan agar mendapat pujian atau takut celaan, tanpa harap ucapan terimakasih, tidak ada pretensi untuk mendapat kesan baik apalagi membangun reputasi baik. Murni karena kecintaan kepada Allah.
.
Ketika diperlakukan ketus tanpa sebab pun, kebajikan bisa dicreate dengan berlapang dada dan memaafkan. Siapa tahu orang itu sedang moody, banyak masalah, terlalu sibuk dsj.
Ketika diperlakukan ketus tanpa sebab pun, kebajikan bisa dicreate dengan berlapang dada dan memaafkan. Siapa tahu orang itu sedang moody, banyak masalah, terlalu sibuk dsj.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home