sahabatsemua

Thursday, May 11, 2006

muna?

pernah dengar seseorang mengatakan pada temannya yang ga mau merokok "banci loe"
pernah dengar seseorang mengatakan pada temannya yang ga mau diajak melakukan perbuatan keliru dengan "sok suci loe".
pernah dengar sekelompok orang mengatakan kepada pihak lain "muna banget sich!" karena pihak lain ga setuju dan ga mau ikut kebatilan yang dilakukan.
.
itu adalah kalimat-kalimat sakti golongan pro kemunkaran untuk menyerang golongan yang masih pro kemakrufan, sekaligus melakukan pembenaran atas apa yang dilakukan. bahkan kadang diikuti serangan atas orang yang gak mau diajak itu. diungkit kekhilafannya, dibesar-besarkankan kekurangannya dst. misal dicela abis tuh teman yang mengambil uang hotel (dapat hak nginap di hotel tapi menginap di saudara) sebagai suatu yang hinaaa banget, lebih hina dari yang dilakukan dirinya sendiri mengambil lebih dari 30% uang proyek kantor! "muna banget tuh dia kaya kagak tau aja dia embat uang hotel. sok gak mau lagi diajak kerjasama (ngembat 30% uang proyek)!".
.
definisi munafik adalah lisannya mengakui kebenaran (beriman), tapi enggan melakukan tuntunan kebenaran (karena hatinya tidak beriman).
ciri orang muna ada tiga: suka berkata dusta, suka mengingkari janji, dan menghianati jika diamanati.
.
dalam diri manusia (setiap orang) ada dua kecenderungan
laki-laki punya kecenderungan pada kemolekan wanita
tak bisa disangkal itu
tapi ketika dia menolak kemolekan wanita yang bukan hak
sama sekali itu bukan muna
tidak diingkari bahwa dia juga "mau"
tapi dia berjuang mengendalikan kemauannya itu dan mengikuti kecenderungan taqwa yang juga ada dalam dirinya, (diri manusia, setiap orang).
qod aflaha man zakkaha
menanglah, beruntunglah orang yang menjaga diri (dari hawa nafsunya)
itulah yang terjadi, bukan muna!
.
jangan perkataan orang-orang bodoh itu menyusahkan hatimu (al ayat)
begitu pun ketika anda menolak uang gak jelas, menolak cara yang haram, menolak perbuatan salah, dst, jangan susah hati jika dikatain muna!. bukan anda menyangkal butuh uang, bukan anda menyangkal suka materi, bukan anda menyangkal suka lawan jenis (ga normal kalau suka sejenis), bukan anda menyangkal cenderung juga terhadap kemewahan dunia. tapi anda menahan diri dari yang tidak dihalalkan Allah, berjuang melawan hawa nafsu anda, kemudian lebih memperturutkan kecenderungan taqwa anda.
.
kemunafikan justru sedang terjadi pada pelaku kemaksiatan itu, lihat saja ketika dia berkata "saya tidak muna, saya memang biasa melakukan ini-itu dst kemungkaran.." bukan saja dia telah menolak kebenaran dan memperturutkan hawa nafsu, tapi dia telah berbangga dengan melakukannya. lihat juga kebiasaannya bohong, bahkan kadang bangga dengan cerita pada sesamanya "gue tipu dia, dasar dia goblog". lihat saja kebiasaanya bersikap oportunis, berpihak kepada siapa yang menguntungkan meski itu tak sesuai janjinya. lihat saja kebiasaannya mengambil sesuatu yang justru dia diamanati untuk menjaganya. lengkap kemunafikan itu.
.
wa qod khooba man dassaha
celakalah orang yang mengotori dirinya (dengan hal yang dilarang Allah demi memperturutkan hawa nafsu).
belum lagi sabda Rasul "Allah menutupi dosa seorang hamba dan akan mengampuni jika bertaubat, tapi tidak kepada hamba yang melakukan dosa dengan bangga, memamerkan dan menceritakan jika orang tak melihat".
.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home